Tingkatkan Ekonomi, Pemkot Tual Bangun dan Benahi Pasar

Penataan dan penertiban pasar mutlak dilakukan demi kenyamanan jual beli di pasar.

Tual, suaradamai.com – Pemerintah Kota Tual di bawah pimpinan Wali Kota Adam Rahayaan dan Wakil Wali Kota Usman Tamnge terus berupaya meningkatkan ekonomi melalui pembangunan dan pembenahan pasar.

Ada empat bangunan pasar tipe C dan D sudah dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Tugas Pembantuan (TP) sejak tahun 2017 lalu.

Menurut rencana, empat bangunan tersebut sudah dapat difungsikan tahun ini setelah masalah teknis seperti rute jalan, air bersih, listrik, dan keamanan pasar diselesaikan.

“Pembangunan pasar ini secara konstruksi sudah selesai baik yang dibangun di Kecamatan Kur, Tayando, Dullah Selatan maupun Dullah Utara, hanya tinggal ditempati,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tual, Darnawati Amir kepada malukupost.com, Jumat (31/1/20).

Selain empat bangunan pasar itu, Pasar Ikan Masrum Tual – yang saat ini digunakan – juga akan dibenahi pada tahun 2021.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan didampingi Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi Jackhlin Lakes, Kadis Perindag Darnawati Amir, Kepala Bappeda Fachry Rahayaan, dan Kabag Humas Moksen Ohoiyuf bersilaturahmi dengan para pedagang Pasar Masrum Tual, Senin (3/2/20).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait penataan dan penertiban Pasar Masrum Tual, serta menjawab isu yang beredar di kalangan pedagang.

Dalam arahannya, Wali Kota menyinggung terkait bangunan liar tanpa izin untuk segera menertibkan diri sebelum ditertibkan oleh pemerintah. Ia menegaskan bahwa semua lahan yang ada di Pasar adalah milik Pemerintah Kota Tual.

“Jika diizinkan sementara untuk digunakan maka silakan. Akan tetapi jika sewaktu-waktu pemerintah daerah ingin menata dan membenahi lebih baik lagi, maka terpaksa mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, akan dibenahi,” tegas Wali Kota.

Selain itu, Wali Kota juga membantah isu terkait pedagang yang akan dieksekusi keluar dari Pasar Masrum Tual. Menurut Wali Kota, pihaknya sedang berupaya untuk melakukan penataan dan penertiban. Ia meminta kesadaran dan dukungan dari para pedagang.

Wali Kota menambahkan, pasar merupakan pusat perbelanjaan. Posisi pasar itu strategis. Sehingga penataan dan penertiban mutlak dilakukan.

“Setiap tamu yang datang dengan kapal Pelni dan juga petugas yang datang dari pusat dan provinsi biasanya, mereka melihat pasar sebagai ukuran untuk melihat aktivitas ekonomi di suatu kota,” kata Wali Kota mengharapkan kerjasama para pedagang. (danielmituduan/labesremetwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU