Tumbuhkan Penutur Muda Pusbanglin Kemendikbudristek Gelar Festival Tunas

Generasi muda harus bangga dalam menggunakan bahasa daerah masing-masing dan harusnya dapat ikut serta melestarikannya sebagai salah satu kekayaan Indonesia.


Ambon, Suaradamai.com – Balai Bahasa Provinsi Maluku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (3/12)

Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra (Pusbanglin) Badan Bahasa Kemendikbudristek, Imam Budi Utomo mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari revitalisasi bahasa daerah di 13 provinsi dengan sasaran 38 bahasa daerah, termasuk bahasa daerah Maluku

“Kita sama-sama tahu yah, bahasa daerah merupakan salah satu budaya yang harusnya tetap mendapat perlindungan dan ini masuk dalam amanat peraturan perundang-undangan,” kata Imam dalam acara Taklimat

Imam  menyatakan bahwa kebijakan dari revitalisasi bahasa daerah sangat penting dilakukan oleh siapa saja, terutama pemangku kepentingan agar para penutur muda dapat menjadi penutur aktif bahasa daerah.

Generasi muda harus bangga dalam menggunakan bahasa daerah masing-masing dan harusnya dapat ikut serta melestarikannya sebagai salah satu kekayaan Indonesia.

“Sudah sepatutnya kita perlu menumbuhkan penutur muda agar nanti kelak dapat memiliki kemauan dan semangat dalam mempelajari bahasa daerah melalui media yang disukai,” ujarnya.

Imam menambahkan bahwa pemerintah telah berupaya untuk merevitalisasi bahasa daerah dengan melatih guru utama (training of trainers) dari guru-guru bahasa daerah.

Setelah itu, dari pengimbasan akan dilakukan guru kepada para siswa di SD dan SMP. Dan para siswa dapat memilih materi sesuai dengan minatnya.

“Jadi bagi keluarga, para maestro, dan juga para pengiat pelindungan bahasa dan sastra daerah juga harus perlu dilibatkan secara intensif dan FTBI ini digelar sebagai ajang selebrasi,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Syahrul,S,S menyatakan bahwa FTBI merupakan wujud dari kepedulian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama Balai Bahasa Provinsi Maluku terhadap pelestarian bahasa-bahasa di daerah.

FTBI kali ini merupakan kegiatan tahun pertama yang di gelar di Provinsi Maluku.

“Berdasarkan undang-undang, pelestarian bahasa daerah merupakan wewenang dari pemerintah daerah. Jadi, tugas kami mendukung pelestarian tersebut. Oleh karena itu, perlu sinergi untuk mewujudkannya,” tuturnya

Syahrul menambahkan bahwa untuk saat ini. Kantor Bahasa Provinsi Maluku, sedang memprioritaskan kelestarian dari tiga bahasa daerah di provinsi Maluku,

“Jadi kita fokus ke tiga bahasa daerah sementara, yakni Bahasa Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Bahasa Buru di Pulau Buru dan Bahasa Yamdena di Kepulauan Tanimbar,”jelasnya

Dijelaskan bahwa, FTBI diselenggarakan dalam rangka revitalisasi bahasa daerah, yang dimana telah diluncurkan oleh Kemendikbudristek, khususnya bahasa daerah Maluku.

“Jadi ini menjadi langkah awal bagi kami dalam merevitalisasi bahasa daerah,”tutupnya


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU