Selasa, Januari 21, 2020
Beranda Budaya Wagub Orno dan Istri Dianugerahi Gelar Adat

Wagub Orno dan Istri Dianugerahi Gelar Adat

“Bapak adalah Awan dan Ibu adalah Boimas. Itu nama leluhur dari desa tercinta kami, Desa Sangliat Dol,” ungkap Tuan Tanah Desa Sangliat Dol.

Saumlaki, suaradamai.com – Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nathaniel Orno bersama istri Beatrix Orno, dianugrahi gelar adat oleh tuan tanah dan petua adat saat berkunjung ke Desa Sangliat Dol, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Dalam kunjungan ke Desa Sangliat pada Senin (6/1/20) lalu, mereka disambut oleh pemangku adat. Orno diberi gelar Awan dan Istrinya diberi gelar Boimas.

“Bapak adalah Awan dan Ibu adalah Boimas. Itu nama leluhur dari desa tercinta kami, Desa Sangliat Dol,” ungkap Tuan Tanah Desa Sangliat Dol yang saat itu mengukuhkan Orno dan Beatrix sebagai warga Sangliat Dol.

Prosesi pengukuhan dilakukan di atas Batu Kapal. Batu Kapal atau Perahu Batu Fampompar merupakan sebuah peninggalan maha karya yang menjadi warisan leluhur sebagai situs sejarah dan budaya yang mengandung nilai holistik, sakral dan historis dengan gaya dan teknik penyusunan bangunan pada zaman megalitikum.

Tempat ini merupakan salah satu objek wisata menarik yang ada di Desa Sangliat Dol. Lokasinya, menjadi situs sejarah kemegahan dan peradaban zaman batu yang diwujudkan dalam bangunan perahu dan tangga batu. Untuk mencapai Desa Sangliat Dol membutuhkan waktu tempuh 30-45 menit dengan jarak dari ibukota kabupaten adalah 45 km.

Sebelum proses adat, rombongan disambut oleh Tuan Tanah dan tua-tua adat. Orno dan Istri kemudian dipersilahkan melangkah menuju Batu Kapal untuk menjalani prosesi penganugerahan gelar adat. Orno usai penganugerahan gelar adat menyampaikan terima kasih karena telah diterima sebagai warga Desa Sangliat Dol.

“Ibu-ibu dan bapak-bapak, terima kasih banyak, karena hari ini beta (saya) tercatat secara adat bersama istri dan anak-anak sebagai warga Sangliat Dol,” ungkap Wagub Orno disambut gembira oleh warga.

Menurut mantan Bupati MBD ini, secara tidak langsung telah terjadi pertambahan jumlah jiwa di Sangliat Dol. “Beta bagaikan buah bibir perak, sebelahnya rupiah dan sebelahnya lagi garuda. Artinya, sebelah dalam jabatan sebagai wakil gubernur dan sebelahnya dalam pribadi sebagai anak Sangliat Dol,” kata Orno.

Orno mengatakan, dirinya beserta warga Desa Sangliat Dol sudah menjadi satu keluarga. Itu berarti, lanjut dia, bukan saja sebatas membangun desa, tapi harus ada pemberitahuan kepadanya apabila ada kegiatan-kegiatan di desa.

“Orang tua-tua di kampung bilang makan-minum itu soal kedua, tapi lain harus kasi suara lain,” harap Orno. (chintiasamangun/labesremetwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

ARTIKEL TERPOPULER

Dua PNS Pemkot Tual Kena Pemecatan Tidak Dengan Hormat

Bagi Wali Kota Tual Adam Rahayaan, sikap disiplin merupakan suatu kewajiban mutlak yang harus diembani dan dijalankan oleh setiap PNS

HUT Sekami Sedunia: Kerumunan yang Membawa Sukacita

Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun merasa bahagia layaknya seorang ayah yang disambut anak-anaknya di rumah usai pekerjaan yang melelahkan. Di balik itu,...

Dinas PUPR Malra Capai 90 Persen Pembangunan Infrastruktur

“Untuk tahun 2019 kemarin, kami fokuskan di sebagian wilayah Kei Besar, dimana rata-rata tersebar di wilayah Kei Besar Utara Timur dan...

Kompi 1 Batalyon C Brimob Maluku Sambangi Pelabuhan Watdek

“Kami akan selau siap siaga, jika dibutuhkan  oleh masyarakat,” tandas Wadanyon C Pelopor AKP. SY. Basahona. Langgur, suaradamai.com – Personil...

KOMENTAR TERBARU