Wanita yang Dibakar di Sorong Ternyata Seorang Janda, Sedang Bingung Cari Anaknya, Dikira Penculik

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dia tidak memiliki handphone (HP) sehingga hanya berkeliling bermodalkan kertas kecil berisi nomor telepon untuk mencari anaknya.


Solo, Suaradamai.com – Seorang perempuan berinisial E di kawasan Kilometer 8 Kota Sorong, Papua Barat Daya tega dibakar hidup-hidup oleh warga karena dituduh menculik anak kecil baru-baru ini.

Perempuan itu dihakimi tanpa diberikan kesempatan menjelaskan tujuannya berkeliling di lokasi kejadian.

Berpakaian daster, perempuan itu ditendang, dipukul dan ditelanjangi. Setelah sudah tak berdaya, dia kemudian disiram dengan bensin dan dibakar hidup-hidup.

Padahal perempuan yang berstatus janda itu sedang menelusuri jalan yang baru baginya untuk menemui anak-anaknya.

Dia tidak memiliki handphone (HP) sehingga hanya berkeliling bermodalkan kertas kecil berisi nomor telepon untuk mencari anaknya.

Kurang memahami ragam bahasa setempat, menambah kebingungannya untuk berkomunikasi dengan orang lain di Sorong.

Perempuan malang itu sebelumnya menempuh perjalanan dari Buton menuju Bitung untuk menemui anak-anaknya di sana hingga kemudian melanjutkan perjalanan ke Sorong untuk mencari anak-anak lainnya.

Kisah perjalanan janda yang kesehariannya sebagai petani itu dibagikan rekan perjalanannya melalui akun Facebook FaraDiba Lumaela, Selasa, 24 Januari 2022.

Keduanya sempat berbagi cerita panjang lebar sewaktu berlayar menumpangi KM Tilongkabila menuju Gorontalo.

Berikut kisah yang dibagikan FaraDiba Lumaela

_____

“RINDU PADA ANAKMU MENJADI JALAN MAUTMU”

Belum genap sebulan kemarin, Kita sempat 1 kapal “Tilongkabila” Saya dari Raha tujuan Gorontalo, Tante ini dari Buton tujuan Bitung dengan maksud temu kangen dengan anak-anaknya yang sudah puluhan tahun tidak pulang2.

Dengan modal bawa nomor telepon Anaknya yg di tulis di secarik kertas karna Tante ini tidak punya HP dan tidak tau menggunakan HP. Kebetulan diatas kapal Tante ini bertemu dengan penumpang yang sama2 mau ke Bitung jadinya di telfonlah anaknya si Tante ini kalau ibunya akan di temani sampai bertemu dengan anaknya. Singkat cerita Tante ini sempat bercerita akan mengunjungi anak2nya yang lain yang ada di Sorong.

Tante ini seorang petani keseharian lebih banyak di Kebun yang pasti beliau tidak faham dengan aksen bahasa daerah lain makanya dia terlihat kebingungan untuk menjawab apalagi sorong tempat asing yg baru dia kunjungi seorang diri. Tante ini humoris gampang bergaul dgn orang Btw Beliau seorang janda.

Tidak sangka perjalanannya membawa rindu pada anak-anaknya berujung maut padahal sempat bercanda di kapal nanti “tante cari jodoh saja untuk teman masa tua biar tidak sendiri” tante cuma bilang “eee Sa sudah tua mi kasian tinggal tunggu mati saja”

Surga tempatmu Tante, kita bukan siapa2 tapi sakit hatiku liat kejadian ini berharap semua pelaku2 itu segera dapat hukuman.

Barusan anaknya kabari kalau beliau sudah meninggal insya Allah besok jenazahnya dibawa ke Buton.

___

Suaradamai.com masih menunggu keterangan selanjutnya dari FaraDiba yang sudah dihubungi juga keluarga korban.


Baca juga:

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU