Warga Desa Rumoin Antusias Sambut Tim Safari Adat Pemkot Tual

Wali Kota Tual Adam Rahayaan dan rombongan ditempatkan dalam perahu belang dan kemudian diarak oleh masyarakat setempat. Lantunan nyanyian bernuansa lokal serta Tarian Boiratan ala para wanita Desa Rumoin mengiringi proses arak-arakan rombongan.

Tual, suaradamai.com – Tim Safari Adat Pemerintah Kota Tual kembali melanjutkan misi safarinya di Kecamatan Kur Selatan, Selasa (19/11/19), setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Desa Taar Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual. Saat berada di Kecamatan Kur Selatan, tepatnya di Desa Rumoin, rombongan tim Safari Adat di bawah pimpinan Wali Kota Tual Adam Rahayaan dan para Raja disambut hangat oleh masyarakat setempat.

Tak kalah dengan proses penyambutan sebelummya di wilayah daratan Kota Tual, masyarakat pulau di Desa Rumoin sangatlah antusias menyambut kehadiran Wali Kota bersama rombongan. Berbagai elemen masyarakat, baik dari yang muda hingga yang tua, turut memadati jalan tempat acara penyambutan digelar.

Nampak terpancar dari raut wajah masyarakat suatu kebahagian, kerinduan sekaligus juga harapan besar bagi Pemerintah Kota Tual dengan hadirnya tim Safari Adat di wilayah ini. Meski dihantam panasnya matahari yang menyayat kulit, namun masyarakat senantiasa berdiri kokoh menyambut tim Safari Adat.

Uniknya, di gelaran Safari Adat kali ini, Wali Kota Tual dan rombongan ditempatkan dalam perahu belang dan kemudian diarak oleh masyarakat setempat hingga menuju tempat pelaksanaan kegiatan sharing dan dialog. Lantunan nyanyian bernuansa lokal serta Tarian Boiratan ala para wanita Desa Rumoin diperagakan sambil mengiringi proses arak-arakan rombongan.

Selain antusias menyambut kehadiran rombongan tim Safari Adat Pemkot Tual, masyarakat Desa Rumoin juga sangat antusias mengikuti sharing dan dialog. Dukungan dan harapan tentunya juga menjadi bagian dari wujud kehadiran mereka dalam rangkaian gelaran Safari Adat ini.

Gelaran Safari Adat oleh Pemkot Tual ini merupakan wujud implementasi dari visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tual periode 2018-2023 guna menata dan merekatkan kembali hubungan antara para Raja dalam wilayah Bumi Maren dan masyarakat di setiap wilayah adat yang dipimpinnya. Selain itu, proses ini sekaligus menjadi bentuk upaya pemerintah daerah dalam mensosialisasikan tahapan-tahapan serta hal-hal yang berkaitan dengan Pilkades serentak yang akan digelar di 27 desa dalam wilayah Kota Tual pada tahun 2020 mendatang. (gerryngamel/NR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU