Warga Ohoidertutu dan Ohoiren Sepakat untuk Berdamai

Konflik yang terjadi menelan satu korban jiwa, mengakibatkan 33 orang luka-luka, 22 rumah rusak, tiga unit kendaraan roda dua dan satu unit roda empat terbakar, warga mengungsi ke ohoi-ohoi terdekat, aktivitas ekonomi terhambat, hingga anak sekolah yang tinggal di kampung maupun kota tidak bisa bersekolah.


Langgur, suaradamai.com – Konflik yang terjadi antara warga Ohoi Ohoidertutu dan Ohoi Ohoiren di Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) akhirnya ada titik terang. Warga di kedua ohoi sepakat untuk berdamai.

Hal ini terungkap dalam pertemuan yang dilakukan oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif dan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa, secara terpisah, di Ohoidertutu dan Ohoiren, Selasa (26/7/2022).

Hadir dalam pertemuan tersebut, sejumlah petinggi TNI-Polri di jajaran Polda dan Kodam, Kapolres Malra AKBP Frans Duma, Dandim 1503/Tual Letkol Inf. Arfa Yudha Prasetya, Sekda Malra Ahmad Yani Rahawarin, sejumlah pimpinan OPD, dan pihak Kecamatan Kei Kecil Barat, Camat Kei Kecil Timur Selatan, dan Pastor Paroki Ohoidertutu RD. Erick Mara.

Warga kedua ohoi menyampaikan isi hati mereka, menyesalkan peristiwa yang telah terjadi. Mereka sadar bahwa akhir dari konflik ini tidak membawa untung, melainkan kerugian baik secara material maupun korban jiwa. Sehingga mereka bersepakat untuk tidak lagi melanjutkan masalah tersebut.

Konflik yang terjadi menelan satu korban jiwa, mengakibatkan 33 orang luka-luka, 22 rumah rusak, tiga unit kendaraan roda dua dan satu unit roda empat terbakar, warga mengungsi ke ohoi-ohoi terdekat, aktivitas ekonomi terhambat, hingga anak sekolah yang tinggal di kampung maupun kota tidak bisa bersekolah.

Sebab itu, dalam pertemuan terpisah itu, warga kedua ohoi meminta agar segera ada penyelesaian masalah secara adat maupun hukum positif.

Keluarga korban di pihak Ohoidertutu yang mengalami korban jiwa, menurut Pastor Paroki Ohoidertutu RD. Erick Mara, juga sudah ikhlas dan bersedia menyelesaikan masalah ini secara adat dan hukum positif.

Terkait 22 rumah yang rusak di Ohoiren, warga meminta pemerintah agar bantu membangun kembali.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif dan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa menyambut positif niat damai dari kedua belah pihak. Kapolda meminta agar masalah ini menjadi pertama dan terakhir.

Ia menghargai upaya penyelesaian melalui jalur adat. Namun, Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tetap mengambil tindakan hukum dalam menyelesaikan konflik tersebut.

Untuk diketahui, upaya mediasi berjalan aman dan lancar. Rombongan Kapolda dan Pangdam kembali ke Langgur dan mengelar pertemuan bersama Bupati Malra M. Thaher Hanubun di Hotel Villia. Pertemuan tersebut dalam rangka menindaklanjuti permintaan warga Ohoidertutu dan Ohoiren.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU