Wawali Tual Dengar Keluhan Warga Kelurahan Masrum

Ada oknum karyawan Dinas Kebersihan Kota Tual kedapatan membuang sampah di selokan.


Tual, suaradamai.com – Wakil Wali Kota Tual, Usman Tamnge, terus melakukan blusukan ke warga Kota Tual. Kali ini, yang mendapatkan blusukan adalah pedagang Kelurahan Masrum,Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual.

Wawali melakukan blusukan bersama masyarakat dan para pedagang di Kelurahan Masrum Tual, Senin (2/3/20) sekira pukul 21.00 WIT. Blusukan tersebut merupakan salah satu bentuk program visi dan misi pemerintah untuk mengatasi masalah pembangunan, kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan maupun pariwisata di Kota Tual.

Wawali didampingi beberapa staf ahli dan sejumlah kepala dinas dan badan teknis hadir langsung berdialog dan berdiskusi dengan warga. Pertanyaan yang dilemparkan masyarakat kepada pemerintah, dijawab langsung oleh dinas teknis.

Dalam forum diskusi itu, masyarakat Kelurahan Masrum Tual menyinggung soal upaya pemerintah terhadap tumpang-tindih jumlah para pedagang yang melebihi daya beli dan penertiban penjual liar di sepanjang emperan pasar.

Di samping itu, warga juga meminta pemerintah agar mengambil langkah tegas terhadap seluruh kendaraan yang melintasi daerah pasar agar dapat membayar pajak sesuai ketentuan berlaku.

Beberapa dari masyarakat juga menyinggung soal galian pipa maupun got yang belum dilakukan perbaikan sehingga mengganggu aktifitas pengendara.

Selain itu, masyarakat mengeluh kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kebersihan, Dinas Perumahan dan Pemukiman, soal sampah, selokan got maupun pembuangan air limbah pada areal seputaran Kelurahan Masrum Tual, agar diperhatikan untuk segera dibenahi.

Suasana dialog dan diskusi antara Pemkot Tual dengan warga di Kelurahan Masrum Tual, Senin (2/3/20). Foto/Daniel Mituduan

Warga mengakui bahwa sejauh ini ada beberapa karyawan dari Dinas Kebersihan Kota Tual kedapatan membuang sampah pada salah satu area got seputaran SD Mathias menuju pasar tersebut.

Menurut warga, pernah ada seorang siswa sekolah itu hampir ditelan oleh banjir yang terjadi pada beberapa waktu lalu. Olehnya itu warga meminta dinas teknis terkait menindaklanjuti hal itu.

Menurut keterangan saksi, karyawan tersebut tidak mengindahkan larangannya melainkan sebaliknya membentak pedagang yang menegurnya dan tetap membuang sampah hasil pungutannya itu ke got.

Di samping itu pula beberapa dari masyarakat mengaku ada oknum-oknum tertentu dari dinas-dinas terkait yang telah menaruh janji dengan memberikan kuisioner untuk diisi agar dapat memperoleh bantuan namun hingga kini belum terealisasikan. (danielmituduan/tarsissarkol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU