Worship Night di Ambon, Undangan Rohani untuk Menyatukan Hati dalam Suasana yang Rukun

Worship Night di Ambon menjadi bukti bahwa di tengah keterpurukan, masyarakat masih memiliki kekuatan untuk menyatukan diri dalam cinta kasih dan ketulusan iman.


Ambon, suaradamai – Di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks, masyarakat Maluku dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang menguji ketahanan mental maupun spiritual. Ketidakpastian ekonomi, masalah sosial, dan egoisme kerap menggerus semangat kebersamaan. Dalam situasi yang demikian, kebutuhan akan ruang refleksi spiritual menjadi semakin mendesak.

Melihat realitas tersebut, Komunitas Pemuda Cinta Maluku (KPCM) mengambil langkah rohani dengan menyelenggarakan Worship Night, sebuah malam puji-pujian yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025, di Lapangan Merdeka, Ambon. Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk ajakan moral dan spiritual untuk masyarakat agar kembali menumbuhkan harapan dan semangat hidup rukun di tengah situasi yang penuh tekanan.

Tema yang diusung, “Biarlah Semua yang Bernafas Memujimu”, mengandung pesan universal yang melampaui sekat agama maupun keyakinan. Acara ini tidak hanya ditujukan untuk umat Nasrani, tetapi terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk umat Muslim, yang memiliki kerinduan akan persatuan, harmoni, dan kedamaian.

KPCM memandang Worship Night bukan sekadar acara keagamaan, melainkan sebagai momen penyatuan spiritual masyarakat dari berbagai latar belakang. Melalui puji-pujian dan doa bersama, peserta diajak menyatukan hati, mengangkat syukur, dan menyerahkan harapan kepada Tuhan dalam suasana kekeluargaan yang damai.

Seluruh rangkaian kegiatan akan dipandu secara rohani oleh Pendeta Yandi Manobe, dengan dukungan penampilan dari sejumlah artis dan musisi berbakat asal Maluku dan nasional, seperti Putri Siagian, Grezia Epiphania, Beto Habibu, Margi Sipahelut, Poly Malioy, Jean Christy, Dedy Wolantery, Chaken Supusepa, Niko Batabual, dan Meifhy Pattikawa. Kehadiran mereka diyakini akan membangkitkan semangat pujian yang tidak hanya menyentuh emosi, tetapi juga menjadi doa kolektif untuk daerah tercinta.

Dalam persiapannya, kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, relawan, dan mitra komunitas. Dukungan khusus juga datang dari jajaran Brimob Maluku, yang turut berperan menjaga kondusivitas menjelang pelaksanaan acara.

Worship Night di Ambon menjadi bukti bahwa di tengah keterpurukan, masyarakat masih memiliki kekuatan untuk menyatukan diri dalam cinta kasih dan ketulusan iman. Acara ini diharapkan menjadi tonggak spiritual bagi Kota Ambon dan Maluku, untuk terus membangun peradaban yang damai, religius, dan berkeadaban.


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Mengapa Program 10 Juta Pohon Kelapa Layak Diperhitungkan untuk Masa Depan Aru?

‎Lewat program 10 juta pohon kelapa, Kepulauan Aru sedang...

Perdana, Distrik Merdey Tertibkan Pedagang yang Gunakan Rumah Dinas sebagai Tempat Usaha

Kesepakatan sewa lahan dan bangunan dicapai dalam rapat lintas...

PWI Teluk Bintuni Ikuti Lomba Gaple HUT ke-23, Siapkan Porwanas 2027

Hampir 600 peserta bertanding di Halaman Coffolice, Bupati buka...

25 Suku Meriahkan Parade Budaya HUT ke-23 Teluk Bintuni

Ratusan Peserta Tampilkan Kekayaan Adat di Rute Klasis hingga...