Yustina Ogoney Dorong Anak Perempuan Moskona Tetap Sekolah Meski Menikah Dini

Di usia kemerdekaan ke-81, Kepala Distrik Merdey Yustina Ogoney punya satu pesan yang diulang di setiap kesempatan: sumber daya manusia adalah target utama — dan itu berarti tidak ada lagi anak, laki-laki maupun perempuan, yang berhenti sekolah karena alasan apa pun.


Bintuni, suaradamai.com – Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney, menegaskan sumber daya manusia (SDM) menjadi target utama pembangunan Distrik Merdey.

Penegasan ini disampaikan dalam wawancara usai upacara pengibaran bendera dan sambutan pada malam resepsi kenegaraan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin (17/8/2026).

“Jadi di usia ke-81 ini, saya selalu menegaskan, menekankan bahwa target utama adalah sumber daya manusia,” kata Ogoney.

Ogoney menyoroti secara khusus anak-anak perempuan Moskona yang mengalami kehamilan dan melahirkan pada usia sekolah.

Ia meminta orang tua tetap mendukung anak melanjutkan pendidikan meski telah menikah, alih-alih menghentikan sekolah mereka setelah menerima maskawin.

“Boleh ambil maskawin tapi anak tetap di-support untuk lanjutkan sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, angka putus sekolah di kalangan perempuan Moskona tergolong tinggi dan menjadi kelompok paling rentan.

Pada sambutan malam resepsi kenegaraan, Ogoney kembali menegaskan pentingnya anak-anak yang mengalami kehamilan dini untuk kembali bersekolah setelah melahirkan.

Ia menyebut sejumlah sekolah di Bintuni dan Merdey menyediakan akses pendidikan tanpa biaya bagi anak-anak tersebut.

“Banyak sekolah di Bintuni yang gratis. Di Merdey juga ada sekolah-sekolah kita yang bisa menampung anak-anak kita,” katanya.

Ogoney menegaskan, penekanan ini berlaku untuk anak laki-laki maupun perempuan.

Ogoney menyebut, meski usia kemerdekaan telah mencapai 81 tahun, tingkat SDM masyarakat Moskona dinilainya masih rendah.

Ia mengajak para kepala kampung ikut bertanggung jawab mendukung pendidikan anak-anak di kampung masing-masing, tidak terbatas pada anak sendiri.

“Setelah dia selesai, dia kembali juga akan menjadi pemimpin. Dia menjadi salah satu yang berhasil untuk membangun daerah,” ujarnya, menekankan anak-anak punya peluang yang cerah jika diberikan kesempatan.

Selain menyoroti pendidikan formal, Ogoney turut menekankan pentingnya kegiatan HUT RI yang berdampak nyata bagi anak-anak, bukan sekadar seremonial.

Ia mencontohkan pelatihan tampil di depan publik bagi anak-anak Merdey pada rangkaian HUT RI tahun ini, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga anak-anak TK yang mewarnai gambar bendera merah putih.

“Saya mau saya punya anak-anak Merdey tidak boleh ada insecure lagi,” katanya.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Pemkab Teluk Bintuni: Jam Listrik Berkurang, Bukan karena BBM Disalahgunakan

Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Moses Koropasi...

Pemkot Ambon Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Taniwel, Bodewin: Bentuk Kepedulian Sesama Saudara

“Kami akan memberikan bantuan kepada keluarga kita yang terkena...

Yustina Ogoney Ajak Pemuda Putus Ketergantungan terhadap Bantuan

Dalam materi manajemen kepemimpinan di LDK IPPMU, Tokoh Perempuan...

Saudah Tuankotta Bantah Isu Kekayaan Hendrik Lewerissa Naik Usai Jadi Gubernur: “Itu Fitnah dan Hoaks”

Ambon, suaradamamai.com — Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Maluku...