Jembatan yang menjadi akses vital bagi puluhan ohoi di tiga kecamatan: Manyeuw, Hoat Sorbay dan Kei Kecil Barat, belum mendapat perhatian serius dari Pemprov Maluku.
Langgur, suaradamai.com – Jembatan Rumadian-Dian Darat di Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), yang ambruk sejak 11 Maret 2025 hingga kini tak kunjung diperbaiki.
Jembatan yang menjadi akses vital bagi puluhan ohoi di tiga kecamatan: Manyeuw, Hoat Sorbay dan Kei Kecil Barat, belum mendapat perhatian serius dari Pemprov Maluku.
Tak ingin berlama-lama menunggu janji Pemerintah Provinsi Maluku, sejumlah warga tampak ramai-ramai secara swadaya membangun jembatan darurat berbahan kayu, agar tetap bisa dilintasi pejalan kaki jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Aktivitas positif warga ini dibagikan di media sosial Facebook oleh akun @Echie Watratan, dengan caption “Hari pertama, Inisiatif dari bapak² dan anak² muda Ohoi Rumadian yg dipimpin oleh Bapak Dores Watratan membuat jembatan darurat untuk bisa dilewati,” pada Sabtu (6/12/2025).
“Khususnya bagi Basudara di Hoat Sorbay dan Kei Kecil Barat, akses ke Kota dimudahkan dengan jembatan darurat yg terbuat dari kayu..” tulisnya.
Video berdurasi 1 menit 20 detik ini, sontak viral dan menuai simpati warga net. Pasalnya polemik perbaikan jembatan ini menyedot perhatian banyak kalangan.
Dalam video, tampak sejumlah bapak-bapak tengah mencoba menyambung satu per satu papan.
Beberapa kayu juga telah ditancapkan ke dalam laut. Tali pun dibentangkan saat kondisi air surut.
Sementara pengerjaan nampak seorang pria tengah menyebrangi jembatan rusak tersebut, dengan menantang bahaya berjalan menaiki sisi jembatan menenteng tas kresek.
Kolom komentar pun dipenuhi simpati dan beragam komentar.
“Keren…!!! Kritis dan responsif,'” tulis akun @Nick Meturan Latuharary Kilbaren.
Hal senada pun dilontarkan akun @Zeamaes Us
“Kalau pemerintah MALRA, DPRD MALRA dan pemerintah provinsi Maluku tidak bergerak kasih viral kerusakan jembatan lalu buka open donasi mungkin ada masyarakat yang mau bantu kasih sumbangan agar pembangunan yang masyarakat desa ushakan ini berjalan lancar. ini akses penting untuk masyarakat kenapa belum di perbaiki sampai skrng oleh pemerintah,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan unggahan tersebut telah mendapatkan ditonton sebanyak 1.2 ribu kali.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Maluku Tenggara





