Mutiara Indah Cendrawasih Lestari, Apakah Kita Sudah Sejahtera?

Motto Mutiara Indah Cendrawasih Lestari menjadi dasar permenungan Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel.


Dobo, suaradamai.com – Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel mengajukan sejumlah pertanyaan refklektif yang patut direnungkan oleh segenap masyarakat Bumi Jargaria.

Refleksi tersebut ia sampaikan dalam Pesta Rakyat Syukuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru di Pelataran Kantor Bupati setempat, Sabtu (8/3/2025).

Motto Mutiara Indah Cendrawasih Lestari menjadi dasar permenungan orang nomor satu di negeri penghasil mutiara itu.

Bagi Kaidel, Aru punya sumber daya alam (SDA) melimpah dan sumber daya manusia (SDM) yang cukup mumpuni. Namun, mengapa belum dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan Aru?

Kaidel menguraikan, Mutiara Indah melambangkan kekayaan alam laut Aru. Aru berada pada WPP-RI 718 yakni laut Aru, Arafura dan Laut Timor Bagian Timur dengan potensi perikanan sebesar 2.637.565 ton/tahun.

Potensi tersebut menjadikan Aru sebagai daerah dengan potensi perikanan terbesar di Indonesia.

“Alam laut kita yang selama ini kita cuma ucap. Bahwa laut kita kaya. Tetapi coba lihat nelayan kecil kita di kampung, apakah dia kaya? Coba lihat seluruh nelayan di kabupaten ini, siapa yang sudah makmur? Tidak ada,” ujar Kaidel.

“Makanya hal ini yang jadi perenungan kita. Ada yang salah dengan kita. Kita mau perbaiki sama-sama. Kita mau memajukan Aru sama-sama. Pasti bisa. Kalau kita bersama. Tapi kalau kita tercerai berai, kita tidak akan sampai di tujuan kita,” sambung dia.

Selanjutnya, motto Cendrawasih Lestari bagi Kaidel melambangkan alam darat yang kaya.

“Tanah kita yang subur, tetapi coba lihat kedepan. Adakah kita punya masyarakat adat di kampung-kampung hari ini sudah sejahtera atau belum? Masih banyak saudara-saudara kita yang di kampung, hari ini makan pagi ingat sore, makan sore ingat besok,” ujar Kaidel.

“Dan hari ini anak-anak kita yang di kampung-kampung, tidak mengenyam pendidikan yang layak. Mungkin pergi sekolah dengan keadaan lapar. Sekolah dalam keadaan terbengkalai. Tenaga guru yang di kampung-kampung, tenaga medis. Ini tanggung jawab kita bersama,” imbuh Kaidel.

Kaidel mengajak semua pihak, terutama jajaran pemerintahan untuk bangkit mencari solusi terhadap semua permasalahan.

“Kita tidak bisa berpikir yang biasa-biasa lagi. Kalau hari ini kita dibilang gagal, jangan kita berpikir yang gagal lagi. Kita harus cari solusi yang terbaik untuk semuanya. Solusi tentang bagaimana mengelola sumber daya alam kita. Bagaimana tata kelola pemerintahan kita. Sehingga kita dapat bertanggung jawab terhadap amanat yang diberikan kepada kita untuk mencapai perubahan yang layak,” katanya kepada jajaran pemerintah di Aru.

Kaidel berkomitmen tetap memegang teguh visi misi yang ia usung bersama Wakil Bupati Mohamad Djumpa. Ia ingin menjadikan Aru sebagai daerah yang diperhitungkan, setara dengan daerah lain di Indonesia.

Visi-Misi Kaidel-Djumpa

Kaidel-Djumpa melandaskan kerjanya selama lima tahun kedepan dalam visinya yakni mewujdukan Kepulauan Aru yang maju, mandiri, dan harmonis berbasis ekosistem ekonomi Laut Arafura yang mendunia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kaidel-Djumpa bakal mengeksekusinya dengan tujuh misi, yaitu:

  1. Memperkuat pondasi transformasi ekonomi daerah yang produktif dan inklusif berbasis ekosistem ekonomi biru dan ekonomi hijau.
  2. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur serta sarana prasarana wilayah kepulauan dan daratan.
  3. Memperkuat pondasi transformasi sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, dan sejahtera.
  4. Adaptasi teknologi untuk pondasi transformasi tata kelola pemerintahan daerah yang inovatif, profesional, dan bersih.
  5. Memperkuat ketahanan dan adaptasi sosia budaya masyarakat lokal.
  6. Meningkatkan daya dukung dan kualitas lingkungan hidup serta kapasitas mitigasi bencana.
  7. Memperkuat peran strategis daerah dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan strategis ekosistem Laut Arafura.

“Ada tanggung jawab besar kedepan yang harus kita bersama-sama jalani, kita seluruh masyarakat dan semua stakholder yang ada di daerah ini. Tanpa dukungan Bapak/Ibu sekalian, saya dan Pak Moh Djumpa tidak akan berhasil. Kita tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan Bapak/Ibu,” ujar Kaidel.

Editor: Labes Remetwa


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

PT Cakra Mina Perkasa Siap Bangkitkan Sektor Perikanan di Aru, Bupati Ajak Masyarakat Dukung!

"Dengan adanya perusahaan ini, kami berharap dapat meningkatkan perekonomian...

Fossa Imbau 19 Marga di Sumuri Selesaikan Sengketa Tanah Ulayat Secara Adat

Ketua LMA Suku Sumuri, Tadius Fossa, menekankan bahwa SK...

Tanggap Cepat Pemkab Aru Perbaiki Jembatan Darurat Marbali, Kini Dilintasi Warga Tanpa Takut Roboh

“Bersyukur saja pemerintah ini cepat perbaiki, jadi katong sekarang...

Bupati Kaidel: Harus Berpikir Berbeda dan Tidak Biasa untuk Bangun Aru

Denpasar, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menerima...