10 Juta Pohon Kelapa di Aru, Akademisi Sebut Menjanjikan dan Dorong Produksi VCO

Hitijahubessy berharap, masyarakat Aru dapat menjemput program baik ini dan mendukung pemerintah daerah dalam pengembangannya untuk keberlanjutan ekonomi anak cucu Aru.


Dobo, suaradamai.com – Akademisi Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant), Hendro Hitijahubessy mendukung Program Pengembangan 10 Juta Pohon Kelapa yang tengah digencarkan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel untuk ekonomi berkelanjutan masyarakat pesisir.

Menurut Hitijahubessy, program ini sangat menarik dan menjanjikan, sebab Kepulauan Aru kaya akan kelapa dan kini memiliki prospek pasar yang baik.

“Kelapa adalah tanaman serbaguna. Kelapa itu mulai dari daun, buah, batang, sampai akarnya itu, semuanya dapat dimanfaatkan,” ungkapnya.

Menurut ahli kimia organik itu, meskipun harga buah kelapa dalam produksi masal seperti kopra kerap jatuh harga, kelapa memiliki potensi besar untuk produksi turunan yang lain.

“Selain buah itu, tempurungnya juga bisa dijadikan suatu produksi masal untuk dipasarkan di Indonesia maupun sampai luar negeri. Seperti karbon aktif, karena karbon aktif itu sudah dilakukan oleh beberapa daerah dan berhasil. Seperti di Sulawesi Utara dan Maluku Utara,” terang Hitijahubessy.

Selain itu, produk turunan kelapa seperti Virgin Coconut Oil (VCO) juga dapat diproduksi secara alami oleh masyarakat dengan peralatan sederhana, tetapi memiliki kualitas dan nilai jual yang tinggi.

Ia mendorong masyarakat pesisir agar dapat memproduksi VCO untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah, sembari melihat prospek produk turunan lainnya.

“Berdasarkan hasil VCO yang pernah saya buat sampai hari ini, dibanding produk-produk lain hasil kelapa seperti karbon aktif, yogurt dari santan kelapa, dll, menurut pengalaman saya sampai hari ini juga, VCO memiliki potensi pasar yang menarik. Sehingga dapat dijadikan produk unggulan suatu daerah yang kaya kelapa,” ucap Plt. Kordinator Program Studi Bioteknologi Perikanan Polikant itu.

Apalagi kata Hitijahubessy, VCO telah diterima masyarakat luas karena kaya manfaat. Ia juga memiliki pengalaman ekonomi yang memuaskan dengan VCO yang diproduksinya.

Ia berharap, program Bupati Kaidel dapat berjalan dengan lancar dan tetap berpegang pada sosial budaya dan kearifan lokal masyarakat Aru.

“Saran saya kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, saya berharap, program ini tetap berjalan, tapi kita harus liat berbagai sisi, salah satunya sosial budaya. Kalau kelapa ini sudah dicanangkan dan mau dijadikan VCO atau produk-produk yang lain, jangan pernah lupa nilai sosial budaya. Karena itu sangat mempengaruhi dari harga maupun produksi yang nanti didapatkan dari rencana ini,” pungkasnya.

Hitijahubessy berharap, masyarakat Aru dapat menjemput program baik ini dan mendukung pemerintah daerah dalam pengembangannya untuk keberlanjutan ekonomi anak cucu Aru.


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Forapelo Apresiasi Kepala Bappelitbangda, Pastikan Bakal Kawal Dana Otsus di OPD

Siprianus memastikan, Forapelo bakal membantu pemerintah daerah untuk memastikan...

Inflasi Melejit, TPID Kota Tual Siapkan Langkah Kongkret Turunkan Harga Komoditas

Guna menurunkan angka inflasi 7,9, Tim Pengendali Inflasi Daerah...

Lewerissa Tegaskan Konsolidasi Dini dan Dukungan Penuh Jalannya Pemerintahan

Ambon, suaradamai.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra...

Aksi Nyata Pemkab Aru Tangani Sampah Secara Serius dan Terintegrasi, Apalagi Disorot Presiden

Apalagi, Presiden Prabowo Subianto baru saja memberikan atensi khusus...