Sedotan berbahan rumput laut, yang dapat terurai dengan cepat di alam, dianggap sebagai solusi yang lebih sesuai dengan konsep wisata berkelanjutan.
Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) terus mendukung pengembangan pariwisata ramah lingkungan di Kepulauan Kei, Maluku.
Kali ini, kampus biru tersebut menggelar pelatihan pembuatan sedotan atau pipet berbahan dasar rumput laut di Ohoi Ohoidertawun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan warga setempat setelah kegiatan serupa pada November 2023 lalu.
Saat itu, tim pengabdian Polikant yang dipimpin oleh Dr. Cenny Putnarubun, S.Pd., M.Si., menggelar pelatihan pembuatan dompet dan tas oleh-oleh berbahan dasar plastik rumput laut.
Menyadari pentingnya penggunaan plastik ramah lingkungan, salah seorang peserta meminta agar Polikant menyelenggarakan pelatihan pembuatan sedotan dari bahan yang sama.
Peserta tersebut mengungkapkan bahwa penggunaan sedotan plastik konvensional di kawasan wisata Ohoidertawun kurang cocok dengan upaya memerangi sampah plastik.
Sedotan berbahan rumput laut, yang dapat terurai dengan cepat di alam, dianggap sebagai solusi yang lebih sesuai dengan konsep wisata berkelanjutan.
Dalam pelatihan pembuatan sedotan ini, tim pengabdian Polikant yang terdiri dari Dr. Cenny Putnarubun, S.Pd., M.Si., Dr. Indah Resulva, S.Pi., M.Si., dan Marthinus Imanuel Hanoatubun, S.Pi., M.Si., melibatkan ibu-ibu setempat serta anak-anak dari komunitas peduli lingkungan.
“Kita buat untuk melatih ibu-ibu yang ada di daerah pariwisata untuk bagaimana memanfaatkan rumput laut sebagai sedotan plastik yang ramah lingkungan, karena memang permasalahan limbah plastik terlalu banyak,” ujar Dr. Cenny.
Lebih dari sekadar pelatihan, Polikant juga memberikan bantuan berupa peralatan untuk pembuatan sedotan kepada pelaku pariwisata setempat.
Diharapkan, produk sedotan rumput laut ini dapat menjadi peluang usaha baru yang menguntungkan dan sekaligus memperkuat citra Ohoidertawun sebagai destinasi wisata ramah lingkungan.
Sedotan rumput laut ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani rumput laut serta pelaku usaha wisata di kawasan pesisir.
Dr. Cenny menambahkan, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Tim Polikant berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Editor: Labes Remetwa





