Lanjutnya, program ini sementara dilaksanakan sambil melihat potensi putra-putri daerah yang bisa disekolahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Dobo, suaradamai.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Timotius Kaidel dan Direktur RSUD Cendrawasih Dobo Glenn Pattinama menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Universitas Udayana Bali untuk pengadaan Dokter Residen di RSUD Cendrawasih pada 9 Juli 2025 di Jimbaran, Bali.
MOU ini bertujuan untuk pengadaan dokter residen atau dokter yang sedang menyelesaikan pendidikan spesialis yang nanti diperbantukan di RSUD Cendrawasih lantaran minimnya dokter spesialis penyakit dalam.
“Kita tenaga spesialis ini sampai sekarang baru ada spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jiwa, patalogi klinik, radiologi, spesialis gizi. Itu baru beberapa spesialis yang ada,” ungkap Direktur RSUD Cendrawasih, Glenn Pattinama saat ditemui Suaradamai.com di ruang kerjanya Jumat, 25 Juli 2025.
Untuk spesialis dasar seperti spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, spesialis anak, spesialis obstetri dan genikologi, spesial kandungan dan anastesi tidak ada dokter spesialisnya.
“Makanya kita minta permintaan ke mereka. Tadinya kita punya dokter anak, tapi baru meninggal. Jadi kita minta residen anak yang baru, sudah datang hampir sekitar dua bulan mau selesai,” terang Pattinama.
Dari kerjasama tersebut, Udayana telah mengirimkan dokter residen untuk spesialis bedah dan anastesi, sementara residen untuk obstetri genekologi dan kandungan belum dikirim.
“Utuk obstetri genekologi dan kandungan itu belum pernah ada, karena menurut Udayana mereka juga kekurangan tenaga untuk didistribusi. Jadi sampai sekarang belum dikirim,” ujar Pattinama.
Lanjutnya, program ini sementara dilaksanakan sambil melihat potensi putra-putri daerah yang bisa disekolahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Selain Udayana, Bupati juga sedang berkodinasi dengan Universitas Dipenogoro untuk mendapat tenaga kerja dari sana. “Beliau sangat mendukung,” ucap Pattinama.
Sementara itu, pada agustus ini kementerian kesehatan juga akan mengrimkan dokter spesialis ke daerah-daerah, sehingga Pemkab Aru sedang ada dalam kordinasi untuk mendapat jatah dokter spesialis.
“Mudah-mudahan kita bisa dapat,” ujar Pattinama.
Kata Pattinama, Pemkab turut mensuport program ini dari sisi insentif hingga fasilitas kesehatan (faskes) tambahan.
Meskipun tantangan besarnya adalah biaya, Ia sangat optimis untuk menjaga marwah rumah sakit sebagai pusat rujukan dari puskesmas-puskesmas, sehingga rumah sakit memiliki standar yang berbeda dengan puskesmas.
Pengawasan pun akan dilakukan bersama antara pihak RSUD dan Udayana untuk profesionalitas kinerja dan kerjasama.
Sebagai informasi, ini bukan kali pertama kerjasama pengadaan dokter residen yang dilakukan oleh RSUD Cendrawasih dan Pemkab Aru. Sebelumnya juga telah dilakukan program residen bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Hassanudin (UNHAS).
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru





