Oleh Ervina Yulen Jalmav, Guru SD Naskat Somlain
Artikel ini membahas inovasi manajemen pembelajaran di SD Naskat Somlain dalam menghadapi tantangan pendidikan era digital.
Inovasi yang dilakukan mencakup pemanfaatan perangkat digital, media interaktif, blended learning, serta peningkatan kompetensi guru dan keterlibatan orang tua.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan inovasi tersebut mampu meningkatkan mutu pendidikan, meskipun masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan infrastruktur dan literasi digital.
Dengan strategi yang tepat, SD Naskat Somlain dapat menjadi sekolah yang adaptif dan inovatif dalam menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Pendahuluan
Era digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk di sekolah dasar. SD Naskat Somlain sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar mampu mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan adaptif.
Manajemen pembelajaran yang inovatif menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Melalui pengelolaan pembelajaran berbasis digital, mutu pendidikan di SD Naskat Somlain dapat ditingkatkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Konsep Inovasi Manajemen Pembelajaran
Inovasi manajemen pembelajaran di SD Naskat Somlain mencakup upaya guru dan pihak sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi proses belajar dengan memanfaatkan teknologi digital.
Hal ini tidak hanya sebatas pada penggunaan perangkat elektronik, tetapi juga mencakup strategi pembelajaran kreatif yang menumbuhkan motivasi, kemandirian, serta keterampilan abad 21 pada siswa.
Strategi Inovasi di SD Naskat Somlain
- Pemanfaatan Perangkat Digital dalam Pembelajaran – Guru menggunakan laptop, proyektor, atau smartphone untuk menampilkan materi pembelajaran yang lebih menarik melalui video, gambar, atau aplikasi interaktif.
- Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif – Untuk meningkatkan minat siswa, guru memanfaatkan aplikasi seperti Quizizz atau Wordwall yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan partisipatif.
- Blended Learning – Dalam situasi tertentu, sekolah mengombinasikan pembelajaran tatap muka dengan penggunaan aplikasi sederhana berbasis WhatsApp Group atau Google Classroom agar siswa tetap bisa belajar di rumah.
- Peningkatan Kompetensi Guru – Pihak sekolah memberikan pelatihan dan pendampingan agar guru mampu menguasai keterampilan digital sehingga dapat mengelola pembelajaran dengan lebih efektif.
- Kolaborasi dengan Orang Tua – Orang tua dilibatkan dalam proses pembelajaran digital, terutama dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital di rumah. Hal ini penting untuk memastikan penggunaan teknologi lebih terarah.
Tantangan yang Dihadapi
Meski inovasi pembelajaran digital membawa banyak manfaat, SD Naskat Somlain juga menghadapi berbagai kendala, antara lain:
- Keterbatasan jaringan internet di daerah.
- Minimnya fasilitas perangkat digital untuk sebagian siswa.
- Tingkat literasi digital guru dan orang tua yang masih bervariasi.
Namun demikian, dengan dukungan pemerintah, masyarakat, serta komitmen pihak sekolah, tantangan ini dapat diatasi secara bertahap.
Kesimpulan
Inovasi manajemen pembelajaran di SD Naskat Somlain menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di era digital.
Melalui pemanfaatan perangkat digital, media interaktif, blended learning, peningkatan kompetensi guru, dan keterlibatan orang tua, pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna.
Dengan demikian, SD Naskat Somlain dapat terus berkembang menjadi sekolah yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.





