Aktivitas kantor macet. Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai lainnya terlihat menunggu dan bercengkrama di pelataran Kantor tersebut.
Langgur, suaradamai.com – Warga bernama Yus Heatubun melakukan aksi pemalangan Kantor Dinas Sosial Daerah (Dinsosda) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Maluku, Senin (6/10/2025).
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap Dinsosda Malra terkait dugaan utang sebesar Rp46 juta.
Uang tersebut, menurut Yus, dipinjam oknum bendahara Dinsosda Malra berinisial SL pada tahun 2024 lalu.
“Uang itu katanya untuk membiayai kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini, pada 24 Juli 2024, dan akan dikembalikan saat ganti uang (GU),” kata dia saat dikonfirmasi suaradamai.com.
Menurutnya, mereka menjaminkan satu mobil dinas untuk proses peminjaman tersebut.
Yus mengaku sudah menunggu selama satu tahun lebih, dan berbagai upaya dan mediasi telah dilakukan agar uangnya dikembalikan. Tetapi tidak ada tanggapan dari pihak Dinsosda maupun Pemkab Malra.
Karena itu, ia memilih untuk memalang kantor Dinsosda sebagai bentuk protes.
“Masyarakat ini bekerja susah baru mendapatkan uang. Kenapa lantas dipinjam kembali oleh pemerintah tanpa kejelasan proses pengembalian?” tanya dia, kesal.
Pantauan suaradamai.com pada pukul 14:51 WIT, nampak dua potong kayu dipaku menyilang di depan pintu masuk.
Sedangkan, untuk menghalangi aktivitas pegawai Dinsosda, dua potong kayu juga dibentangkan di pintu keluar.
Imbasnya, aktivitas kantor macet. Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai lainnya terlihat menunggu dan bercengkrama di pelataran Kantor tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinsosda Malra Hendrikus Watratan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, hanya membaca dan enggan merespon.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Maluku Tenggara





