Alkitab Perjanjian Baru Berbahasa Dobel di Aru, Dirintis Misionaris Skotlandia 40 Tahun Lalu

Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Dobel kini dapat didownload melalui aplikasi Play Store dengan kata kunci ‘Alkitab Dobel’.


Dobo, suaradamai.com – 29 Oktober 2025 merupakan sejarah bagi masyarakat Kepulauan Aru, Maluku dalam pelestarian bahasa Ibu dalam konteks pekabaran Injil.

Dari Desa Kojabi, Kecamatan Aru Tengah Timur, Alkitab Perjanjian Baru berbahasa Dobel diluncurkan oleh Yayasan Pengembangan Sar Abil (YPSA).

Bahasa Dobel merupakan bahasa yang digunakan oleh lebih dari 18.000 penutur yang tersebar di Pulau Kobror dan wilayah pesisir.

“Ada latar belakang historis sehingga kami memilih Desa Koijabi sebagai tempat peluncuran Alkitab ini, sebab disitulah pekerjaan-pekerjaan penerjemahan dalam bahasa Dobel mulai dilakukan 39 tahun lalu, hingga sekarang hasil tersebut diluncurkan untuk menjadi pegangan dari generasi ke generasi,” ungkap ketua panitia peluncuran, Yoel Gaite kepada awak media, (08/10/2025), mengutip suarapaparisa.com.

Di kesempatan yang sama, Ketua YPSA, Yunus Tubay menceritakan awal mulanya penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru berbahasa Dobel itu.

Dimulai dari gagasan gereja dalam pekabaran Injil, yang mulai dirintis oleh misionaris berkebangsaan Skotlandia, Jock Huges atau akrab disapa dengan nama Ake Sam oleh masyarakat setempat.

“Dengan tujuan menjawab tantangan bagaimana orang di pelosok kita membaca Alkitab dengan bahasa yang sederhana dan dimengerti, yang merupakan visi yayasan untuk mewujudkan transformasi hidup masyarakat atau umat,” terang Tubay.

Pengerjaan terjemahan Alkitab dalam bahasa Dobel kini telah selesai pada perjanjian baru, tetapi yayasan sementara masih berproses juga untuk terjemahan ke bahasa Kola, Gwateley dan Malay Aru. Juga dengan beberapa liturgi yang bekerjasama denahn Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM).

“Yang terlibat dalam proses-proses penerjemahan ini, sebenarnya adalah komunitas atau penutur bahasa Dobel itu sendiri, dengan banyak kesulitan dan kerja keras tim bersama mitra serta pihak gereja. Kita tahu bahwa dalam penerjemahan ini perlu dipahami juga asal bahasa asli dari Alkitab itu sendiri, sehingga para mitra yayasan maupun gereja telah memberikan sumbangsih besar bagi pekerjaan tersebut,” ucapnya.

Perjalanan Panjang Tuan Jock Hughes

Diceritakan, Misionaris Gereja Tuan Jock Hughes memulai misi mulianya itu dengan datang dan tinggal di Kepulauan Aru sejak tahun 1986 dan memulai petualangannya hampir di sebagian besar desa di Aru, terutama desa-desa di Pulau Kobror.

Ia berangkat dari desa yang satu ke desa yang lain untuk mendalami bahasa setempat.

Satu ketika dari Desa Algadang, ia meminta untuk diantarkan ke Desa Koijabi dan pada saat itu diantarkan oleh seorang warga Muslim dari Desa Algang bernama Baco Kwaitota.

Mereka berjalan kaki menyusuri hutan Pulau Kobror, melewati lembah dan lereng-lereng gunung selama berhari-hari dan berkilo-kilo meter menuju Desa Koijabi, hanya dengan mengharapkan petunjuk atau peta alam.

Dan akhirnya mereka tiba di Desa Koijabi, yang merupakan napak tilas awal memulai pekerjaan penulisan Alkitab Perjanjian Baru dengan Bahasa Dobel.

Perjuangan mulia penulis, para penutur dan Yayasan Pengembangan Sar Abil ini kata Tubaya, merupakan sejarah baru di Kepulauan Aru, terutama kepada orang-orang pemilik Bahasa Dobel, karena Bahasa Ibu mereka tidak lagi punah dan tetap akan lestari, hidup sepanjang masa.

Diketahui proses pekerjaan penerjemahan Alkitab tersebut sudah berlangsung kurang lebihnya 40 tahun, dan untuk peluncuran perdananya dibagikan 5000 cetakan.

Selain itu kata Tubay, penerjemah juga akan melanjutkan menerjemahkan Alkitab perjanjian lama, membuat lagu-lagu pujian baru dalam Bahasa Dobel dan menterjemahkan lagu-lagu dalam kidung jemaat, nyanyian GPM, dua sahabat lama, dan nyanyian pujian lain yang dipakai dalam liturgi ibadah.

“Apa yang diluncurkan ini adalah untuk meningkatkan Bahasa Dobel, supaya orang Dobel bisa membaca Firman Tuhan dalam bahasanya sendiri,” ujar Jock Hughes yang dalam sambutan yang disampaikan sepenuhnya menggunakan Bahasa Dobel saat peluncuran.

Respon Sinode GPM

Pada acara peluncuran di Koijabi, Ketua Majelis Pelaksana Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. Sakarias Isak Sapulette menyatakan bahwa Alkitab Perjanjian Baru dalam Bahasa Dobel ini sudah bisa digunakan dalam pelaksanaan ibadah.

Ia mengaku bukan hanya dalam pelaksanaan ibadah, tetapi Alkitab ini dapat juga digunakan dalam ibadah keluarga.

“Jadi Alkitab Dobel ini sudah bisa digunakan, baik ibadah Minggu dan ibadah-ibadah lainnya termasuk juga ibadah keluarga,” terang Sapulette.

Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Dobel kini dapat didownload melalui aplikasi Play Store dengan kata kunci ‘Alkitab Dobel’.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...