Dianiaya di Dapur MBG Tual, Staf Akuntan Tolak Damai dan Lanjut ke Meja Hijau

Rupanya, Nindy saat saat dimintai damai, menolak. Ia bersikukuh agar kasus itu sampai ke pengadilan dan menuntut tanggung jawab dan efek jera.


Langgur, suaradamai.com – Upaya damai dari pelaku ditolak staf akuntan Nindy Caludia Gerits yang jadi korban penganiayaan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Kota Tual, Provinsi Maluku.

Nindy diketahui menjadi korban aksi penganiyaan dan pengeroyokan yang dilakukan supir mitra Beben Jaftoran, bersama istri dan anak laki-lakinya.

Peristiwa tersebut, terjadi pada Minggu 26 Oktober 2025 lalu, di saat libur jam operasional dapur.

Akibat perbuatan tersebut korban mengalami sobek di dahi sebelah kiri, dan telinga kiri mengalami sobek tiga jahitan, menurut visum dokter hingga kini gendang telinga belum dapat tertutup dan masih menjalin pengontrolan itensif.

Kasus ini pun dibawa ke kepolisian hingga kini masih diproses sidik dan lidik.

Rupanya, Nindy saat saat dimintai damai, menolak. Ia bersikukuh agar kasus itu sampai ke pengadilan dan menuntut tanggung jawab dan efek jera.

“Ada upaya untuk mediasi dan minta maaf yang dilakukan oleh pelaku dengan menghubungi sejumlah keluarga, namun saya menolak,” ungkapnya, Jumat (14/11/2025).

Menurutnya, dari pelaku bahkan menawarkan untuk membayar adat, namun ditolak mentah keluarga korban.

“Intinya kasus ini harus berjalan sebagaimana mestinya, karena hingga saat ini saya dan ahli gizi yang menjadi korban penganiyaan trauma atas perbuatan pengeroyokan tersebut,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang staf akuntan perempuan di dapur makan bergizi gratis (MBG), Jalan Baldu Wahadat, Lorong Citra, Kota Tual, menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan yang diduga dipicu masalah sepele.

Peristiwa terjadi pada Minggu 26 Oktober 2025, bertepatan dengan hari libur operasional dapur.

Korban bernama Nindy Claudya Gerits.

Ia mengalami sobek di dahi sebelah kiri dan telinga kiri mengalami sobek tiga jahitan, menurut visum dokter hingga kini gendang telinga belum dapat tertutup dan masih menjalin pengontrolan itensif.

Saat ini kasus dugaan penganiyaan tersebut tengah ditangani Polres Tual.

Editor: Henrik Toatubun


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...