PBL Politeknik Perikanan Negeri Tual Lahirkan Inovasi, Kembangkan Potensi Lokal, dan Cetak Generasi Mandiri

 Dengan mengangkat tema optimalisasi nilai tambah ikan dan rumput laut, Polikant ingin mengembalikan kejayaan Maluku Tenggara sebagai produsen utama produk maritim berkualitas. “Karena Kebupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual itu memiliki potensi terbesarnya adalah dari produk perikanan dan rumput laut,” kata Indah, menjelaskan alasan pemilihan tema PBL.


Tual, Suaradamai.com – Di jantung Kepulauan Kei, Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) menjelma menjadi lokomotif penggerak potensi maritim Maluku Tenggara. Melalui program Project Based Learning (PBL) yang revolusioner, Polikant tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan jiwa inovatif dan semangat kewirausahaan untuk mengoptimalkan kekayaan laut yang melimpah.

Indah Rosulva, Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Polikant, dengan bangga menuturkan bahwa PBL adalah wujud komitmen Kementerian untuk memperkuat pendidikan vokasi. “Di sini kita punya 10 program studi dan masing-masing program studi melaksanakan kegiatan PBL sesuai bidang dari peluangnya masing-masing untuk memperdalam,” ujarnya.

PBL: Transformasi Pembelajaran, dari Teori ke Aksi Nyata

PBL di Polikant melibatkan mahasiswa dalam seluruh tahapan pembuatan produk, mulai dari perencanaan, pengadaan alat dan bahan, pelaksanaan, pelaporan, promosi, hingga perhitungan bisnis. “Jadi dia menggabungkan semua mata kuliah di semester itu dalam satu kegiatan full,” jelas Indah, menekankan integrasi komprehensif dalam proses pembelajaran.

Luaran dari PBL menjadi benchmarking prodi dan diusulkan untuk mendapatkan paten, hak cipta, nomor produk, dan izin edar. Produk-produk ini kemudian dipamerkan dalam kegiatan expo dan dijual kepada masyarakat sebagai representasi keunggulan Polikant.

Menghidupkan Kembali Potensi Lokal: Sentuhan Magis Ikan dan Rumput Laut

Dengan mengangkat tema optimalisasi nilai tambah ikan dan rumput laut, Polikant ingin mengembalikan kejayaan Maluku Tenggara sebagai produsen utama produk maritim berkualitas. “Karena Kebupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual itu memiliki potensi terbesarnya adalah dari produk perikanan dan rumput laut,” kata Indah, menjelaskan alasan pemilihan tema PBL.

Melalui PBL, Polikant bertekad untuk mengubah paradigma penjualan bahan mentah menjadi produk olahan yang bernilai tinggi. “Kita mengoptimalisasi supaya mereka punya nilai tambah selain dari kita jual produk yang dalam bentuk whole food atau utuh,” tegasnya.

Ikan Asap Kei: Aroma Khas yang Memikat Hati

Indah menjelaskan bahwa seluruh rangkaian PBL dengan tema tersebut akan diperkenalkan hasilnya kepada masyarakat. Kali ini pihaknya yaitu program studi THP melakukan tahap III di lokasi wisata YTR Desa Letman (Selasa, 4 November 2025). Tujuan PBL tahap III tersebut untuk uji coba alat pembuatan ikan asap.

Salah satu inovasi yang lahir dari PBL adalah ikan asap Kei, sebuah produk yang diharapkan menjadi ikon oleh-oleh khas Maluku Tenggara. “Kita mencoba membuat. Kita mulai dari membuat alatnya, merancang alatnya, kemudian alatnya kita bikin di pabrik bengkel,” jelas Indah, menggambarkan proses pembuatan alat pengasapan ikan oleh mahasiswa.

Mahasiswa tidak hanya mengolah ikan, tetapi juga merancang dan membuat alat pengasapan modern yang efisien dan ramah lingkungan. Mereka bereksperimen dengan berbagai jenis ikan dan teknik pengasapan untuk menghasilkan produk dengan kualitas terbaik, serta menguji daya tahan dan keamanan produk di laboratorium.

Kolaborasi dan Sinergi: Kunci Keberhasilan PBL

PBL di Polikant bukan hanya proyek individu, tetapi sebuah gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen kampus. Mahasiswa dari berbagai semester, dosen, dan teknisi bahu-membahu mewujudkan visi bersama. “Kemarin untuk kegiatan PBL kemarin kita melibatkan seluruh mahasiswa aktif. Jadi semester 1, semester 2, semester 3. Dan seluruh dosen prodi THP dan teknisi yang kita melibatkan semua pak,” ungkap Indah, menekankan keterlibatan seluruh civitas akademika.

Mahasiswa juga dilatih untuk menggunakan alat-alat produksi yang telah dihasilkan, sehingga mereka memiliki keterampilan yang siap pakai ketika terjun ke dunia kerja atau membuka usaha sendiri. Keuntungan dari penjualan produk akan menjadi modal awal bagi mereka untuk mengembangkan bisnis di masa depan.

Kurikulum yang Relevan: Jembatan Menuju Dunia Kerja

PBL terintegrasi secara utuh ke dalam kurikulum THP, menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata. “Karena PBL ini adalah suatu kegiatan praktikum yang harus semua mata kuliah masuk terlibat di dalamnya,” jelas Indah, menggambarkan integrasi PBL dalam kurikulum.

PBL juga menumbuhkan soft skills yang sangat penting, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, memecahkan masalah, dan berpikir kritis.

Testimoni Mahasiswa: Kisah Sukses yang Menginspirasi

Azzahra Salasiwa, mahasiswi semester III Polikant, dengan antusias menceritakan pengalamannya mengikuti PBL. “Saya tertarik mengikuti PBL karena saya ingin belajar dengan cara yang lebih aktif,” ungkapnya.

Momen yang paling berkesan baginya adalah ketika kelompoknya berhasil menemukan solusi inovatif berdasarkan riset dan kerjasama tim. “Ketika kelompok saya berhasil menemukan solusi yang tepat berdasarkan analisis bersama, momen itu membuat saya merasa proses diskusi, riset, dan kerjasama membuat hasil dan berpengalaman,” tambahnya.

Azzahra merasa PBL telah mengasah kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berani menyampaikan pendapat. “PBL membuat saya lebih berani menyampaikan pendapat karena bersetiap anggota kelompok itu harus diharapkan berkonstribusi,” pungkasnya.

Tasya Badmas, mahasiswi semester I Polikant, juga merasakan manfaat besar dari PBL. “Karena PBL itu bukan sifat teorit, melainkan sifat nyata,” ujarnya, menekankan aspek praktis dari PBL.

Tasya merasa lebih percaya diri dalam berdiskusi dan menghargai perbedaan pendapat dalam tim. “Pengalaman saya dalam mengikuti PBL, tentu saja saya bisa lebih percaya diri ketika berdiskusi, kerja kelompok, pandangan saya terhadap teman-teman saya itu berbeda karena cara pemikiran mereka itu lebih kreatif, bisa membimbing membangun bagi saya dan satu sama lain,” jelasnya.

PBL telah meningkatkan keterampilan Tasya dalam berkomunikasi, berkolaborasi, dan menghargai pendapat orang lain. “Keterampilan saya dalam mengikuti PBL itu saya bisa berasosiasi, bisa berkomunikasi, bisa berdiskusi sama tim, saya bisa lebih menghargai ketampilan saya dalam mengikuti PBL bersama tim,” tegasnya.

Pesan untuk Generasi Penerus: Raih Mimpi di Kampus Biru

Azzahra dengan mantap merekomendasikan Polikant kepada adik-adik kelasnya. “Saya merekomendasi adik-adik mahasiswa baru ini untuk mempersiapkan diri, menjadi aktif dan tidak takut untuk bertanya,” pesannya.

Azzahra juga menghimbau kepada lulusan SMU dan SMK agar memilih kuliah di Polikant. “Saya merekomendasi adik-adik yang dari SMK, SMA untuk kuliah di Politeknik karena fasilitasnya bagus, kuliah di sini enak, nyaman dan lebih kreatif”, imbaunya.

Tasya juga mengajak para calon mahasiswa untuk bergabung dengan keluarga besar Polikant. “Rekomendasi saya untuk maba selanjutnya itu mereka sebaiknya memilih politeknik perikanan negeri tual karena selain fasilitasnya bagus, bakat mereka dapat dikembangkan di sini,” pungkasnya.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Politeknik Perikanan Negeri Tual terus berupaya mencetak generasi muda yang kompeten, mandiri, dan berdedikasi untuk membangun masa depan perikanan Maluku Tenggara yang lebih gemilang.


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

PT Cakra Mina Perkasa Siap Bangkitkan Sektor Perikanan di Aru, Bupati Ajak Masyarakat Dukung!

"Dengan adanya perusahaan ini, kami berharap dapat meningkatkan perekonomian...

Fossa Imbau 19 Marga di Sumuri Selesaikan Sengketa Tanah Ulayat Secara Adat

Ketua LMA Suku Sumuri, Tadius Fossa, menekankan bahwa SK...

Tanggap Cepat Pemkab Aru Perbaiki Jembatan Darurat Marbali, Kini Dilintasi Warga Tanpa Takut Roboh

“Bersyukur saja pemerintah ini cepat perbaiki, jadi katong sekarang...

Bupati Kaidel: Harus Berpikir Berbeda dan Tidak Biasa untuk Bangun Aru

Denpasar, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menerima...