“Beberapa insiden kriminal yang terjadi belakangan ini berada di wilayah yang belum terjangkau CCTV, seperti Air Pati, PHBS, serta area militer yang memang tidak dapat dipasang kamera,” jelas Wattimena.
Ambon, suaradamai.com – Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat sistem keamanan kota melalui pemanfaatan teknologi. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengungkapkan bahwa saat ini hampir 50 unit CCTV telah terpasang di sejumlah ruas jalan dan ruang terbuka publik sebagai bagian dari pengembangan kota cerdas (smart city).
Namun, ia mengakui pemasangan CCTV masih terkendala kemampuan anggaran. Karena itu, penambahan fasilitas pengawasan akan diprioritaskan pada jalur-jalur utama.
“Beberapa insiden kriminal yang terjadi belakangan ini berada di wilayah yang belum terjangkau CCTV, seperti Air Pati, PHBS, serta area militer yang memang tidak dapat dipasang kamera,” jelas Wattimena.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang mencari pembenaran terkait keterbatasan tersebut. Menurutnya, upaya meningkatkan keamanan publik terus dilakukan melalui pemasangan CCTV di ruang publik secara bertahap.
Wali kota menilai bahwa pencegahan kriminalitas tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat, khususnya orang tua, diminta turut mengawasi anak-anak agar tidak berkeliaran pada malam hari.
“Ini soal perilaku. Kalau semua harus diurus pemerintah, kapan kita bisa mandiri?” ujarnya.
Wattimena menambahkan bahwa tindak kriminal dapat terjadi di mana saja, baik di kota maupun desa. Karena itu, setiap kejadian tidak semestinya selalu dikaitkan dengan kurangnya kesiapan pemerintah. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa aparat kepolisian akan bekerja maksimal mengungkap kasus-kasus yang terjadi.
Ia mengajak masyarakat untuk kooperatif dalam setiap proses penegakan hukum.
“Terkadang kita menyembunyikan atau melindungi pelaku. Kalau kita mau terbuka dan bekerja sama, masalah-masalah ini bisa lebih cepat ditangani,” tutupnya.





