“Ini menjadi catatan kritis bagi Satbrimob agar melakukan pembenahan dalam institusi. Kami tetap akan mengawal dan berharap prosesnya tetap terbuka agar masyarakat bisa mengetahui perkembangan,” tegas Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra.
Tual, suaradamai.com – Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, meminta agar kasus dugaan penganiayaan oleh oknum Brimob terhadap seorang siswa Madrasah di Tual, diusut secara transparan.
Permintaan tersebut dikemukakan, menanggapi kasus dugaan penganiayaan oknum Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku, terhadap siswa Madrasah yang mengakibatkan korban meninggal dunia, pada Jumat (19/2/2026).
“Kami minta proses hukum dan kode etik Bripda MS dilakukan secara terbuka dan transparan kepada masyarakat,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (21/2/2026).
Rumra menegaskan, tidak satupun warga negara yang kebal terhadap aturan dan tidak ada kompromi bagi pelaku penganiyaan.
“Saat ini kasus ini menjadi atensi seluruh masyarakat. Mereka aktif memantau. Apalagi di Kei fangnanan (kasih sayang) begitu tinggi. Kami Pemkot Tual tetap membersamai proses ini,” tegasnya.
Politisi PKS tersebut mengungkapkan, sejak peristiwa tersebut mencuat, ia secara pribadi maupun kelembagaan telah melakukan komunikasi dan turut bersama dengan keluarga korban.
“Setelah mendengar dan memastikan kejadian. Sebagai wakil pimpinan daerah langsung turun melayat dan berkomunikasi intens untuk meredam situasi,” ujarnya.
“Ini menjadi catatan kritis bagi Satbrimob agar melakukan pembenahan dalam institusi. Kami tetap akan mengawal dan berharap prosesnya tetap terbuka agar masyarakat bisa mengetahui perkembangan,” tegas Rumra.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Tual
