Ambon, suaradamai.com – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Provinsi Maluku memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan konsep yang penuh makna dan manfaat. Berpusat di Lapangan Merdeka Ambon, perayaan yang diikuti ribuan peserta ini dikemas melalui rangkaian jalan santai dan acara syukuran, Jumat (1/5/2026).
Suasana terasa sangat meriah dan kental dengan nuansa kekeluargaan. Peserta yang hadir tidak hanya terdiri dari buruh dan pekerja, tetapi juga diiringi oleh anggota keluarga masing-masing. Selain jalan santai, kegiatan dirangkai dengan senam bersama, pembagian doorprize, penyaluran sembako, hingga penyerahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja yang berhak.
Ketua KSBSI Kota Ambon, Louis Souissa, menyatakan peringatan tahun ini menjadi momentum guna bersyukur sekaligus mempererat tali solidaritas antar sesama pekerja di Maluku. Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang turut mensukseskan acara tersebut.
“Kegiatan ini kita rayakan dengan penuh sukacita. Banyak pihak yang berperan serta, mulai dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, para pengusaha, hingga jajaran Polda Maluku yang senantiasa membantu kelancaran acara kami,” ujar Louis.
Ia berharap sinergi yang terjalin ini dapat menjadi fondasi untuk terus meningkatkan kesejahteraan seluruh buruh dan pekerja di daerah ini ke depannya.
Sementara itu, Ketua KSBSI Provinsi Maluku, Yeheskel Haurissa, menegaskan bahwa pihaknya sengaja memilih bentuk perayaan yang berupa aksi nyata dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya atas nama keluarga besar KSBSI Provinsi Maluku menyampaikan aksi dalam bentuk kegiatan sosial,” kata Haurissa.
Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2018 hingga kini, termasuk di masa polemik pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja memuncak, KSBSI tidak pernah mengambil jalur demonstrasi di jalanan. Sebaliknya, organisasi ini lebih memilih menawarkan solusi konstruktif melalui diskusi dan seminar.
Langkah tersebut dinilai membuahkan hasil positif, terbukti dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang memberikan waktu dua tahun kepada pemerintah untuk melakukan perbaikan terhadap undang-undang tersebut.
“Puji Tuhan, undang-undang itu akhirnya diperbaiki sesuai dengan putusan MK. Ini merupakan buah dari perjuangan nasional yang luar biasa,” tambahnya.
Pelaksanaan perayaan yang berjalan aman dan tertib ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto. Menurutnya, cara peringatan seperti ini turut mendukung terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kehadiran Bapak dan Ibu dalam acara May Day ini merupakan hal yang sangat positif. Ini secara langsung mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Maluku,” ujar Kapolda.
Ia menambahkan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan syarat utama bagi kemajuan pembangunan, termasuk untuk menarik minat investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Gubernur yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pekerja. Ia menegaskan posisi strategis buruh dalam memajukan perekonomian daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Buruh Internasional 2026. Buruh adalah pilar utama yang menopang pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pemprov juga memberikan apresiasi terhadap cara perayaan yang dipilih KSBSI, yang dinilai humanis dan penuh kepedulian sosial.
“Jalan sehat, senam bersama, dan pembagian sembako adalah langkah yang sangat mulia. Ini menunjukkan bahwa buruh tidak hanya berjuang untuk haknya sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama,” katanya.
Adapun rute jalan santai yang dilalui peserta dimulai dari Lapangan Merdeka, melewati Jalan Slamet Riyadi, Jalan DI Panjaitan, Jalan Pattimura, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Yan Paays, Jalan Sultan Hairun, dan kembali ke titik awal sebagai tempat finis.
Secara keseluruhan, perayaan May Day 2026 di Ambon berlangsung sukses dan aman. Acara ini juga menjadi bukti nyata adanya sinergi yang harmonis antara elemen buruh, pemerintah, pengusaha, dan aparat keamanan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama di Bumi Rempah-Rempah.









