Ada Lomba Cipta dan Baca Puisi Berbahasa Kei di Porseni Polikant 2023

Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) membuka lomba Cipta dan Baca Puisi dalam Bahasa Kei bagi siswa-siswi SMA/SMK se-Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Pendaftaran masih dibuka. Ayo kembangkan literasi bahasa Kei!


Langgur, suaradamai.com – Ada yang unik dari iven Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) tahun ini. Polikant mengadakan lomba Cipta dan Baca Puisi dalam Bahasa Kei.

Lomba yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan literasi Bahasa Kei ini, dikhususkan bagi siswa-siswi tingkat SMA/SMK di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

“Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan Bahasa Kei mulai berkurang. Kita coba untuk tingkat SMA/SMK minimal paham Bahasa Kei,” ungkap Ketua Panitia Porseni Polikant 2023 Yanto Anwar menjelaskan alasan diadakan lomba puisi, Rabu (9/8/2023).

Lomba Cipta dan Baca Puisi masuk dalam kategori lomba Seni Budaya dalam Porseni Polikant tahun 2023. Selain puisi, dalam kategori lomba yang sama juga diadakan lomba fotografi, pun dikhususkan bagi siswa-siswi SMA/SMK.

Anwar menyebutkan, hingga kini sudah ada tujuh sekolah yang mendaftarkan masing-masing dua peserta ke panitia. Sehingga total sudah ada 14 peserta.

Pendaftaran masih dibuka hingga tanggal 16 Agustus. Polikant menargetkan 15 sekolah ikut terlibat dalam lomba ini.

Peserta lomba Cipta dan Baca Puisi akan tampil dalam puncak acara Porseni di Kampus Polikant pada 18 Agustus mendatang.

“Kita tekankan, (peserta) yang cipta puisi, harus baca puisinya juga. Kalo cipta sendiri, yang baca orang lain, rasanya (penyampainnya) pasti beda. Apalagi kampung-kampung di Kei rata-rata punya dialeg berbeda,” terang Anwar.

“Tema puisi bebas. Intinya literasinya hidup lah. Yang penting Bahasa Kei-nya bisa. Literasinya diangkat,” pungkas Anwar.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Molo Sabuang untuk Karawai-Dosinamalu disaksikan Bupati Kaidel dan Masyarakat Aru

Bupati Kaidel mengembalikan keputusan adat ini kepada Dewan Adat...

Legislator Roland Kasihiw: PDIP Berdiri Teguh Bersama Rakyat, Tolak Pilkada Lewat DPRD

"PDI perjuangan menolak Pilkada dipilih oleh DPRD, karena kedaulatan...

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...