“Sebagian warga sudah berhasil mengungsi ke kota, namun masih ada yang bertahan di hutan karena rasa takut,” ungkap Anggota DPR Provinsi Papua Barat Agustinus Orosomna.
Bintuni, suaradamai.com – Anggota DPR Provinsi Papua Barat Agustinus Orosomna mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, agar segera mengevakuasi warga terdampak konflik bersenjata di dua distrik di wilayah Moskona.
Pasalnya, pasca kejadian baku tembak antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB/OPM) dengan aparat TNI pada 11 Oktober lalu, menyebabkan kepanikan.
Akibatnya banyak warga di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh memilih menyelamatkan diri dengan jalan mengungsi ke hutan.
“Kami minta untuk pemerintah daerah segera hadir di wilayah konflik yaitu wilayah Moskona untuk mengamankan situasi di atas. Terutama mereka yang masih ada di hutan,” ujar Agus melalui sambungan telepon, Minggu (19/10/2025).
“Masyarakat yang masih ada di hutan itu mereka bisa segera dialihkan ke kota untuk sementara dulu, untuk menunggu proses operasi antara TNI dan KKB itu sudah berakhir. Situasi di atas sudah aman. Baru mereka bisa dikembalikan,” tambah Agus.
Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan keselamatan warga sipil dan mendukung kelancaran proses operasi keamanan oleh TNI dan Polri.
Agus juga meminta kerja sama dari semua elemen masyarakat, termasuk para intelektual dan kepala suku di wilayah Moskona, agar tidak menghalangi proses evakuasi dan operasi yang sedang berlangsung.
“Lebih utama itu bagaimana pemerintah bisa hadir segera untuk membawa pulang sebagian besar yang masih ada di hutan itu, dalam waktu dekat. Mulai hari ini, besok, dan seterusnya itu kami sudah bisa mendengar masyarakat yang ada di atas bisa pulang ke kota,” ujar Agus.
Menurutnya, sebagian warga sudah berhasil mengungsi ke kota, namun masih ada yang bertahan di hutan karena rasa takut. Ia pun menekankan perlunya koordinasi antara Pemkab Teluk Bintuni, TNI, dan Polri untuk memprioritaskan evakuasi warga sebelum melanjutkan operasi keamanan di wilayah tersebut.
“Pemerintah harus kerja sama dengan pihak TNI/Polri supaya kasih turun masyarakat dulu. Setelah itu baru [lanjut] operasi. Proses operasi tetap kita dukung,” tambah Agus.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni





