Dalam laporannya, Lailossa menjelaskan Raker ke-12 yang semestinya digelar pada awal 2025 sempat tertunda akibat perubahan lokasi pelaksanaan Pesparawi Provinsi Maluku ke-11.
Ambon, suaradamai.com – Kota Ambon kembali mempertahankan gelar Juara Umum Pesparawi Provinsi Maluku ke-11. Prestasi tersebut menjadi yang ketiga kalinya secara berturut-turut dan menjadi modal bagi Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Ambon untuk memperkuat pembinaan menuju ajang nasional.
Evaluasi atas capaian tersebut menjadi salah satu agenda Rapat Kerja (Raker) ke-12 LPPD Kota Ambon yang dibuka di Hotel Amaris, Rabu (23/9/2026). Raker dipimpin Ketua LPPD Kota Ambon, Pendeta Jopi Lailossa.
Dalam laporannya, Lailossa menjelaskan Raker ke-12 yang semestinya digelar pada awal 2025 sempat tertunda akibat perubahan lokasi pelaksanaan Pesparawi Provinsi Maluku ke-11.
Ajang tersebut semula dijadwalkan berlangsung di Dobo, kemudian dipindahkan ke Masohi dan akhirnya diselenggarakan di Kota Ambon. Meski mengalami penundaan, Raker tetap membahas capaian kegiatan LPPD selama 2025–2026.
Atas keberhasilan mempertahankan gelar juara umum, Piala Bergilir Gubernur Maluku diserahkan kepada Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Lailossa mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama seluruh elemen pembinaan Pesparawi di Kota Ambon.
“Pencapaian ini bukan sekadar hasil kerja pengurus, melainkan buah perjuangan bersama seluruh elemen pembinaan Pesparawi di Kota Ambon,” ujar Lailossa.
Evaluasi Pembinaan
Selain mengevaluasi prestasi yang telah diraih, LPPD Kota Ambon juga mendorong evaluasi menyeluruh pada tingkat kecamatan hingga kota.
Menurut Lailossa, keberhasilan dalam ajang Pesparawi tidak dapat hanya mengandalkan reputasi dari prestasi sebelumnya. Pembinaan dan latihan yang berkelanjutan menjadi bagian penting untuk mempertahankan prestasi.
Sementara itu, Ketua LPPD Provinsi Maluku, Drs. Paulus Kastanya, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, para pimpinan klasis, camat, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan Pesparawi.
Ia menegaskan, Raker bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk mengevaluasi capaian, memperbaiki kelemahan, sekaligus menyusun terobosan baru bagi pengembangan lembaga.
Pesparawi dan Harmoni Kota
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengatakan Pesparawi tidak semata-mata berbicara tentang kompetisi menyanyi, tetapi juga menjadi sarana membangun harmoni sosial dan karakter masyarakat.
“Sebuah paduan suara tidak akan menciptakan harmoni jika hanya satu atau dua suara yang terdengar indah. Diperlukan peran semua bagian untuk menghasilkan keindahan. Begitu pula Kota Ambon kemajuan tidak bisa dibangun sendirian, melainkan kerja sama seluruh elemen masyarakat,” tegas Bodewin.
Ia mengingatkan agar prestasi yang telah diraih tidak membuat para peserta dan pembina terlena. Menurutnya, peserta dari daerah lain terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat latihan, dan menjaga semangat agar mampu mempertahankan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Jangan sampai kita baru membuka mata saat sudah berada di tempat lomba. Latihan, kesungguhan, dan kerendahan hati adalah kunci agar kita tetap mampu memberikan yang terbaik,” pesan Wali Kota.
Raker ke-12 LPPD Kota Ambon selanjutnya diharapkan menghasilkan program kerja dan strategi pembinaan Pesparawi pada tingkat kecamatan, klasis, hingga kota.
Program tersebut diarahkan untuk menjaga konsistensi prestasi sekaligus memperluas pembinaan bagi generasi penerus.







