Ia menekankan tiga agenda utama Musda, yaitu evaluasi program kerja periode sebelumnya, penyusunan rekomendasi dan program baru, serta pemilihan Ketua DPD Golkar Maluku.
Ambon, suaradamai.com – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Maluku merupakan momentum penting untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang pohon beringin di tanah kelahirannya.
Dalam arahannya di Baileo Oikumene Ambon, Sabtu (8/11/2025), Bahlil menyebut Musda menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian partai, merumuskan arah kerja ke depan, serta memilih pemimpin baru yang mampu memperkuat posisi politik Golkar di Maluku.
“Sudah 10 tahun Maluku tidak memiliki perwakilan di DPR RI. Saya malu, karena ini tanah leluhur saya. Tapi saya berjanji, pengurus DPD Golkar Maluku tidak akan berjalan sendiri. Saya akan mendampingi, baik secara moral maupun material, untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar,” tegas Bahlil.
Ia menekankan tiga agenda utama Musda, yaitu evaluasi program kerja periode sebelumnya, penyusunan rekomendasi dan program baru, serta pemilihan Ketua DPD Golkar Maluku.
Menurut Bahlil, target utama Golkar Maluku ke depan adalah meningkatkan perolehan kursi legislatif di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, serta merebut kembali kursi DPR RI yang sudah lama kosong.
“Ketua DPD ke depan harus mampu merekrut anak-anak muda. Pemilih berusia 17–50 tahun itu 73 persen, jadi kita harus bisa menyentuh hati dan pikiran mereka. Jangan hanya mencari pujian, tapi turun langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Selain soal politik, Bahlil juga menyoroti ketimpangan pembangunan di Maluku, terutama terkait desa-desa yang belum teraliri listrik. Ia meminta Pemerintah Provinsi Maluku segera menindaklanjuti hal tersebut.
“Masih banyak desa di Maluku yang belum memiliki listrik. Saya beri waktu dua minggu kepada pemerintah provinsi untuk mendata semuanya. Tahun depan, tidak boleh ada lagi desa tanpa listrik di Maluku,” tegasnya.
Bahlil juga mengingatkan kader Golkar untuk tetap peka terhadap dampak ekonomi global dan kondisi geopolitik dunia yang dinamis agar partai tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Sementara itu, Plt Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Umar Lessy, menyampaikan bahwa Musda tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat soliditas dan strategi politik partai.
“Lewat Musda ini, kita harus mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan partai agar bisa memperkuat struktur dari tingkat provinsi hingga desa. Dengan semangat kebersamaan, kita yakin Golkar dapat kembali berjaya di bumi raja-raja ini,” kata Umar.
Ia berharap hasil Musda melahirkan gagasan dan langkah konkret yang dapat memperkuat konsolidasi partai menuju Pemilu 2029.
“Musda harus menjadi wadah untuk melahirkan pikiran-pikiran produktif yang fokus pada pengembangan kader dan penguatan basis politik. Dengan kekompakan, kita bisa kembalikan kejayaan Golkar,” pungkasnya.





