Birokrasi Aru Makin Canggih dengan Elelim-Serve, Gainau Bangga Atas Inovasi Anak Negeri

“Kalau bupati ada berangkat satu Minggu, Katong tunggu satu Minggu baru bisa ada tanda-tangan. Nanti aplikasi ini seng lai. Bupati bisa di Jakarta, lalu tanda tangan elektronik,” ucap Gainau.


Dobo, suaradamai.com – Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru meluncurkan Sistem Pelayanan Administrasi Penerapan Tata Naskah Dinas Elektronik melalui Aplikasi Elelim-Serve.

Aplikasi ini digagas oleh Pelaksana pada Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kepulauan Aru, Johan Karams.

Asisten III Bagian Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kepulauan Aru, Aris F Gainau mengapresiasi inovasi ini.

Ia mengatakan, gagasan inovatif ini ditawarkan Johan Karams kepadanya, yang kemudian disetujui dan melahirkan sistem administrasi berbasis digital berupa aplikasi yang diberi nama Elelim-Serve.

Mengapa Elelim-Serve bisa disetujui?

Gainau mengatakan, ada alasan yang paling prinsip di sekretariatan yang punya efisiensi.

Apalagi kata Gainau, pemerintahan di Indonesia di era digital ini, telah diarahkan untuk menggunakan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Lanjutnya, dengan Elelim-Serve, naskah-naskah dinas daripada para pimpinan, yaitu bupati, wakil bupati, sekda, asisten, staf ahli, itu bisa diakses dengan lebih mudah.

“Kemaren katong su adakan pelatihan. Kemudian sudah launching. Kemudian dalam launching itu dilanjutkan dengan pelatihan, training oleh tenaga-tenaga admin seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” kata Gainau saat diwawancarai Suaradamai.com, Kamis (4/12/2025).

Ia menjelaskan sejumlah tahapan untuk implementasi dari aplikasi ini. Mulai dari
tahapan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

“Jangka pendek ini sekarang aplikasinya sudah jadi. Ini akan digunakan dalam lingkup sekretariat daerah. Kemudian nanti jangka menengahnya di seluruh OPD,” jelas Gainau.

Kehadiran aplikasi ini kata Gainau sangat membantu pemerintah daerah di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Juga membutuhkan biaya yang murah.

“Katong seng perlu antar-antar surat pakai tenaga lai. Katong hemat di situ. Kemudian penyimpanan, tadi kan ATK (Alat Tulis Kantor), SDM (Sumber Daya Manusia), tempat penyimpanan. Katong punya kantor besar ada 3-4 ruangan itu khusus hanya untuk simpan data, simpan arsip. Kalau aplikasi ini digunakan, kan besok katong seng perlu itu lae,” ucap Gainau.

Gainau mengatakan, aplikasi ini juga akan sangat membantu administrasi seperti penomoran meskipun para pejabat tidak berada di tempat.

“Sekarang ini kalau bupati ada berangkat satu Minggu, Katong tunggu satu Minggu baru bisa ada tanda-tangan. Nanti aplikasi ini seng lai. Bupati bisa di Jakarta, lalu tanda tangan elektronik,” tambahnya.

Aplikasi ini kata Gainau sudah mulai dalam proses demo pada pejabat lingkup sekretariat daerah. Mulai dari bupati, wakil bupati, sekda, asisten, hingga staf ahli. Selain itu demo aplikasi ini juga akan dilakukan di depan tim penguji diklat.

“Katong mau buktikan bahwa aplikasi ini bisa dilaksanakan. Dan satu kebanggaan lagi dihasilkan oleh kita, asli milik Pemda, teman-teman dari Infokom, lebih bangga lagi dihasilkan oleh seorang putra terbaik, anak negeri, Pa Dwiki dari Dinas Infokom,” kata Gainau.

Demo Aplikasi Elelim-Serve. Foto : suaradamai/Henrik T.
Demo Aplikasi Elelim-Serve. Foto : suaradamai/Henrik T.

Meskipun mungkin masih ada yang belum terbiasa, namun ia optimis, lewat latihan berkala yang dilakukan selama Desember ini, akan membantu pihak terkait untuk implementasinya di tahun 2026.

Sebagai informasi, nama aplikasi Elelim-Serve ini diangkat dari tradisi orang Aru di zaman dulu dalam berkirim pesan. Seperti masyarakat di Aru Selatan dan Aru Utara.

Kalau di Desa Koba, Aru Selatan, sistem mengirimkan pesan atau surat ini dinamakan Elelim. Elelim adalah kebiasaan masyarakat berkirim pesan secara verbal dengan tanda sepenggal kain putih yang diikat di tangan si pembawa informasi. Elelim sendiri kemudian diartikan sebagai surat adat oleh masyarakat setempat.

Editor: Henrik Toatubun


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...