Bodewin Wattimena: Jalur Objektif Harus Jadi Acuan Pengangkatan Kepala Sekolah

0
28
Bodewin Wattimena Jalur Objektif Harus Jadi Acuan Pengangkatan Kepala Sekolah
Bodewin Wattimena Jalur Objektif Harus Jadi Acuan Pengangkatan Kepala Sekolah

“Tujuannya supaya persoalan-persoalan yang dihadapi guru dapat lebih cepat sampai ke telinga wali kota,” ungkap Bodewin.


Ambon, suaradamai.com – Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, pemerataan tenaga pendidik, serta penguatan sinergi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Bunda Guru Kota Ambon sekaligus membuka Konferensi I PGRI masa bakti 2023–2026 di Kamari Hotel, Ambon, Kamis (20/8/2026).

Bodewin menegaskan, guru merupakan salah satu unsur paling strategis dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan organisasi profesi dan para guru untuk memahami sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Menurutnya, kehadiran Bunda Guru yang dijabat oleh istri kepala daerah diharapkan dapat memperkuat akses komunikasi antara organisasi guru dan pemerintah daerah.

“Tujuannya supaya persoalan-persoalan yang dihadapi guru dapat lebih cepat sampai ke telinga wali kota,” ungkap Bodewin.

Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan berbagai persoalan melalui dialog dan kolaborasi, bukan melalui tindakan berlebihan akibat aspirasi yang belum tersalurkan.

Pemkot Ambon, kata dia, berkomitmen mendengar berbagai hal yang berkaitan dengan tugas, hak, serta persoalan mendasar yang dihadapi guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi di Kota Ambon.

Pengangkatan Kepala Sekolah Harus Objektif

Terkait pengembangan karier guru, termasuk proses pengangkatan kepala sekolah, Bodewin menegaskan seluruh mekanisme harus dilakukan secara objektif dan mengikuti tahapan yang telah ditetapkan.

Ia meminta para guru tidak menggunakan kepentingan politik maupun kedekatan personal untuk memperoleh jabatan.

Menurutnya, setiap guru memiliki kesempatan yang sama sepanjang mengikuti seluruh proses dan mekanisme yang berlaku.

“Kalau mengikuti semua proses dan mekanisme dengan baik, pasti ada jalannya untuk menjadi kepala sekolah. Jangan sampai kepentingan-kepentingan tertentu membuat kita tersandera,” tegasnya.

Bodewin juga menyinggung harapan para guru terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait status dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Ia berharap kebijakan tersebut nantinya dapat memberikan standar yang lebih adil dan seragam, sehingga tidak terjadi kesenjangan antarguru berdasarkan wilayah penugasan.

PGRI Didorong Rumuskan Program yang Menjawab Kebutuhan Guru

Sementara itu, Konferensi I PGRI diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan guru dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon.

Bodewin menilai, penguatan organisasi profesi guru menjadi penting karena berbagai persoalan pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.

Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, guru, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan setiap orang tidak terlepas dari peran guru yang telah membentuk pengetahuan, karakter, serta masa depan generasi bangsa.

Karena itu, Bodewin berharap PGRI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperjuangkan kepentingan para guru secara konstruktif.

Editor: Ketty Remetwa