Brimob Maluku Bantu Buka Akses Jalan yang Ditutup Warga Adat Papua

“Tadi yang turun ke lokasi berjumlah 19 personil, bersama 12 personil Sabhara Polres Jayapura, dan 5 personil dari Polsek Sentani Timur,” ungkapnya.


Ambon, suaradamai.com – Aparat Brimob Polda Maluku yang bertugas mengamankan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, membantu membuka akses jalan yang ditutup warga adat setempat, Selasa (21/9/2021).

Akses jalan yang ditutup warga adat Papua bertempat di ruas jalan alternatif yang menghubungkan Telaga Ria – Dapur Papua, Sentani Timur.

“Tadi pukul 10.00 WIT kami memback up Polsek Sentani Timur untuk membantu membuka akses jalan yang ditutup warga,” kata Komandan Kompi 1 Penugasan, Iptu B Hawu Haba, melalui telepon genggamnya.

Hawu Haba mengaku, penutupan akses jalan dilakukan karena warga merasa dirugikan. Sebab, hak ganti rugi lahan pembuatan jalan tersebut belum dibayarkan Pemerintah Daerah.

“Tadi yang turun ke lokasi berjumlah 19 personil, bersama 12 personil Sabhara Polres Jayapura, dan 5 personil dari Polsek Sentani Timur,” ungkapnya.

Ia mengaku, warga adat yang menuntut hak mereka langsung bertatap muka dengan Kapolda Papua, Irjen Pol Matius D Fakhiri. Kapolda didampingi Kepala Operasi Deraku Cartenz, Brigjen Pol Suhendra, bersama Wakaops Deraku Cartenz  Kombes Pol Yuri, dan beberapa pejabat utama Polda Papua dan Kapolres Jayapura.

Mereka yang bertemu dengan Kapolda Papua yaitu ketua adat dan kepala suku. Pertemuan berlangsung aman dan semua aspirasi dan masukan dari tokoh masyarakat, tokoh adat maupun kepala suku telah diterima Kapolda untuk disampaikan kepada Pemerintah Daerah.

“Kami Brimob Maluku yang ditugaskan di sini akan selalu siap kapan saja jika dibutuhkan oleh satuan kewilayahan untuk membantu, agar pengamanan jalannya PON ke 20 dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Pihaknya, lanjut dia, akan berusaha keras untuk mengamankan pelaksanaan PON dari gangguan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Seluruh stakeholder, lanjut dia, berusaha keras untuk mengamankan kegiatan dari pihak-pihak yang ingin menganggu jalannya perhelatan akbar tersebut.

“Kami ada di Papua untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat, baik yang akan datang ke Papua maupun warga Papua sendiri dari setiap gangguan Kamtibmas,” tutupnya.

Editor: Petter Letsoin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU