Kalar-kalar dan Salarem Menuju Perdamaian, Karams Minta Semua Bijak Beri Info-Opini di Medsos

0
138
Kalar-kalar dan Salarem menuju perdamaian. Foto Facebook Caesar Labok.
Kalar-kalar dan Salarem menuju perdamaian. Foto Facebook Caesar Labok.

‎‎”Agar proses menuju rekonsiliasi dan perdamaian total ini dapat segera terwujud bagi kedua pihak, maka semua informasi dan opini dari setiap orang, khususnya di media sosial, diharapkan tidak menimbulkan pemahaman lain dari tujuan damai yg sementara dituju bersama. Sebagaimana harapan kita semua,” imbau Kepala Bagian Prokopim Setda Kepulauan Aru,  Johan Karams.


Dobo, suaradamai.com – Proses rekonsiliasi dan perdamaian pasca konflik   yang melibatkan warga Desa Kalar-kalar dan Salarem di Kepulauan Aru terus diupayakan oleh pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait.

‎Meskipun sempat menemui kendala beberapa kali, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Setda Kepulauan Aru,  Johan Karams mengungkapkan, berbagai langkah masih terus diupayakan.

‎”Hari ini Kamis, 2 Juli 2026, tahap rekonsiliasi menuju puncak perdamaian sedang dilakukan. Upaya ini sesungguhnya berasal dari kesadaran kedua belah pihak atas dampak konflik bagi kedua pihak, yang juga berimbas ke masyarakat luas,” ungkap Karams dalam keterangan resminya, dikutip Suaradamai.com, Kamis (2/7/2026).

‎Inisiatif yg tulus dari kedua pihak kata Karams, layak disyukuri.

‎”Keterlibatan pemerintah daerah dan aparat kepolisian tetap menjadi penting. Sebagai mediator dan fasilitator untuk memastikan niat baik kedua pihak berhasil mencapai puncak rekonsiliasi dan perdamaian total,” terang Karams.

‎Lanjutnya, untuk mendukung fungsi mediator dan fungsi fasilitasi, pemerintah daerah dan aparat terkait tetap mengedepankan peran serta jabu-jabu dan pela dari kedua belah pihak dalam mengambil peran utama prosesi adat rekonsiliasi. 

‎Tentunya dengan dukungan pemuka adat dari rumpun Ursia maupun pemuka agama.

‎”Agar proses menuju rekonsiliasi dan perdamaian total ini dapat segera terwujud bagi kedua pihak, maka semua informasi dan opini dari setiap orang, khususnya di media sosial, diharapkan tidak menimbulkan pemahaman lain dari tujuan damai yg sementara dituju bersama. Sebagaimana harapan kita semua,” imbau Karams.