Bupati Malra: Pejabat Harus Bermental “Driver,” Bukan “Passenger”

Bupati Malra M. Thaher Hanubun menegaskan kepada para pejabat eselon II agar kreatif dan inovatif.

Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengatakan bahwa untuk mencapai kesuksesan dalam membangun negeri, maka hal utama yang harus terbangun dalam diri setiap pejabat adalah bagaimana mengubah dan mengedepankan mentalitas.

“Kita harus bermental driver (pengemudi), bukan bermental passenger (penumpang). Orang yang “miskin” hanya memikirkan dirinya sendiri, dan tidak mengembangkan orang lain,” ujar Bupati, Jumat (31/1/20) lalu.

Bupati menjelaskan, driver atau pengemudi bertugas membawa passenger atau penumpang ke tempat tujuan. Sedangkan seorang penumpang tidak memperdulikan orang di sekitarnya, yang penting sampai tujuan.

Seorang driver, lanjut dia, harus tahu arah jalan, berpikir keras mencari jalan pintas, agar dapat sampai tujuan tepat waktu.

Mental seperti itulah yang Bupati harapkan bagi Eselon II yang baru saja dilantik. Ia meminta para pejabat senantiasa bermental driver dalam melaksanakan tugas-tugas kedepannya dan bukan lagi bermental penumpang yang hanya puas dengan keadaan sekarang dan tidak suka tantangan baru.

“Hanya menunggu perintah dan selalu menjawab dengan kata “siap”, padahal banyak pekerjaan tidak tuntas dan tidak mencapai target. Terlalu membanggakan apa yang telah dicapai, sangat mencintai jabatan atau kekuasaannya,” kata Bupati menyebutkan pejabat yang bermental passanger.

Orang nomor satu Malra itu berharap, dengan perombakan besar-besaran yang dilakukannyaa, pejabat di lingkup Pemda Malra dapat bekerja lebih baik lagi.

“Janganlah dalam pelaksanaan tugas selalu ada prinsip ‘kalau ada perintah baru mau bekerja dan kalau ada uang baru mau bekerja’. Prinsip ini sudah lama ditinggalkan, dan perkembangan masyarakat saat ini menginginkan aparatur birokrasi harus lebih kreatif dan inovatif,” tegasnya.

Mental driver tunjang karir

Bupati menambahkan, nasib dan prestasi kerja di dunia birokrasi saat ini dan di masa yang akan datang ditentukan oleh ASN/PNS itu sendiri.

“Mereka yang bekerja baik, inovatif dan berprestasi akan cepat melejit naik ke puncak pimpinan organisasi. Begitu juga sebaliknya mereka yang dianggap biasa-biasa saja akan tergilas oleh sistem perekrutan dan sistem karier yang mengedepankan kompetisi dan profesionalisme,” jelasnya.

“Harus diingat pula bahwa PNS yang profesional dan berkinerja baik akan terus dipakai dan dimanfaatkan tenaga dan pikirannya,” tandas Bupati. (gerryngamel/labesremetwa)

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Pilih Kampus yang Membawa Anak Anda Lebih Cepat Bekerja

Di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif, keputusan memilih...

Iman yang Hidup dan Komunitas yang Bersatu

Renungan Minggu Paskah II (12 April 2026)Minggu Paskah II...

Muscab PKB Kota Ambon Dibuka, Targetkan Enam Kursi pada Pemilu 2029

Ambon, suaradamai.com - Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa...

34 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Jemaat GPKAI Berdomus Tuhiba, Dukcapil Hadir Layani Pencatatan Sipil

Melalui layanan jemput bola di lokasi acara, Dukcapil Teluk...