“Kami di Mimika hanya mengolah sebatas sagu tindis dan papeda. Singkongnya juga palingan direbus saja. Oleh karena itu kami ingin belajar cara mengolah pangan lokal lebih variatif,” ungkap Waisamon.
Langgur, suaradamai.com – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Fransina Waisamon, berharap olahan pangan lokal kedepannya bisa lebih variatif.
Harapan ia sampaikan usai pembukaan pelatihan olahan pangan lokal, yang digelar oleh Pemerintah Ohoi Ngayub dan TP PKK setempat, dalam rangka studi tiru oleh empat kampung di Ohoi Ngayub, kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
“Kami di Mimika hanya mengolah sebatas sagu tindis dan papeda. Singkongnya juga palingan direbus saja. Oleh karena itu kami ingin belajar cara mengolah pangan lokal lebih variatif,” ungkap Waisamon.
Menurut dia, langkah ini sejalan dengan program prioritas tahun agar menghasilkan panga yang beranekaragam dan tidak terbatas satu jenis olahan.
“Kegiatan pelatihan ini akan berjalan selama tiga hari ke depan. Saat datang perdana kami langsung melihat potensi pengolahan singkong atau sebutan lokalnya enbal,” kata dia.
Selain belajar cara pengolahan, lanjut Waisambon, pihaknya juga bakal membawa bibit enbal untuk dibudidayakan di Mimika.
“Bibitnya juga akan kami budidayakan di sana. Untuk pesertanya kami boyong lima orang dari masing-masing kampung lengkap dengan perangkatnya juga yang mewakili,” cetusnya.
Untuk diketahui, ada empat kampung dari Kabupaten Mimika yang mengikuti pelatihan pengolahan pangan lokal yakni Kampung Akar, Pronggo, Kipia, dan Mapar.
Rombongan ini didampingi Fransina Waisamon sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) dan Welmina Rumbewas yang adalah Staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Mimika.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Maluku Tenggara





