Distan Ketapang Malra Bentuk Dua Ohoi Agrowisata Buah dan Bunga

Ikuti suaradamai.com di

“Harapannya dengan program ini, membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Nantinya menjadi pengelola adalah masyarakat desa tersebut,” ujar Nelly.


Langgur, suaradamai.com – Dalam rangka meningkatkan ekonomi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maluku Tenggara menyiapkan Ohoi Ngayub dan Ohoi Ohoinol sebagai agrowisata buah dan bunga.

“Agrowisata adalah aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas yang menjadi daya tarik bagi wisatawan,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Ketapang Malra Felix Tethool di Ve’e Kes Yang, Rabu (25/08/2020).

Distan Ketapang mempersiapkan kedua Ohoi tersebut dengan konsep one place – one product. Ohoi Ngayub dan Ohoinol dipilih sebagai agrowisata buah dan bunga.

Terpisah, Kabid Hortikultura Distan Ketapang Malra Muhamad Amin Latuconsina menambahkan, program atau kegiatan yang saat ini sedang dikerjakan bersifat cluster dengan konsep one place – one product. Ada beberapa klaster seperti peternakan di Ohoi Mastur dan Ngursit, kelapa sebagain besar di Kei Besar, dan Agrowisata di Ngayub dan Ohoinol. Ada juga klaster lain seperti bawang dan cili di beberapa Ohoi.

Ohoi Ngayub dipilih sebagai klaster Agrowisata karena sudah lama memproduksi semangka dan mangga. Sedangkan Ohoinol memiliki karakteristik tanah untuk tanaman jangka panjang dan juga sebagai penghasil buah dan sayur.

“Jika ada kampung yang nanti tergabung atau sebagai agrowisata itu disebut sebagai penyangga. Tetapi yang menjadi klaster adalah dua desa ini,” jelas Amin.

Nely Rahalus di Lokasi Budidaya Bunga
Koordinator Program Agrowisata, Nely Rahalus di Lokasi Budidaya Bunga

Sementara itu, untuk pengerjaan agrowisata, koordinator program Nelly Rahalus menjelaskan bahwa pengerjaan terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama meliputi penanaman jagung dan florikultura kebun bunga, dan tahap kedua meliputi penanaman buah.

“Saat ini telah memasuki tahap pertama dengan realisasi pengerjaan yakni 5 hektar dari lahan potensial kurang lebih 10 – 20 hektar,” katanya.

Menurut Nelly, penyelesaian tahap pertama diperkirakan rampung Desember mendatang.

“Harapannya dengan program ini, membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Nantinya menjadi pengelola adalah BUMO. Selain itu masyarakat dapat berkebun di lokasi agrowisata yang mana lahan kebunnya ditata dengan baik sehingga menarik bagi pengunjung,” jelas Nell

Bunga Marigold atau Tahi Ayam, salah satu hasil budidaya, foto: Nely Rahalus
Bunga Marigold atau Tahi Ayam, salah satu hasil budidaya, foto: Nely Rahalus

Editor: Labes Remetwa

Ikuti suaradamai.com di

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU