Usai dilantik, Madubun berkomitmen memajukan Polikant dengan berlandaskan pada visi dan misi institusi. Ia menyebutkan, pembenahan akan dilakukan secara menyeluruh, baik pada aspek sumber daya manusia maupun sarana prasarana kampus.
Jakarta, suaradamai.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, resmi melantik Dr. Usman Madubun, S.Pi., M.Si sebagai Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) masa bakti 2026–2030.
Pelantikan berlangsung di Graha Diktisaintek, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Mendiktisaintek RI Nomor 49/M/KEP/2026 tentang pengangkatan pemimpin perguruan tinggi negeri di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Usai dilantik, Madubun berkomitmen memajukan Polikant dengan berlandaskan pada visi dan misi institusi. Ia menyebutkan, pembenahan akan dilakukan secara menyeluruh, baik pada aspek sumber daya manusia maupun sarana prasarana kampus.
“Komitmen kami adalah memajukan Polikant berdasarkan visi dan misi yang sudah ditetapkan. Untuk itu, kita perlu membenahi semua hal yang berkaitan dengan visi-misi tersebut, baik di tingkat dosen maupun tenaga kependidikan,” ujarnya.
Menurut Madubun, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan menjadi prioritas, termasuk percepatan kenaikan pangkat, peningkatan kompetensi, serta membangkitkan kembali semangat kerja dan pelayanan kepada mahasiswa dan dosen.
Selain SDM, ia juga menargetkan peningkatan fasilitas fisik kampus. Fokus awal diarahkan pada penataan ruang kuliah agar lebih layak dan nyaman, pelengkapan sarana prasarana laboratorium, serta pengembangan teaching factory (tefa) sebagai bagian dari penguatan pembelajaran vokasi.
“Di tahap awal ini, kami berupaya menyiapkan sarana perkuliahan yang layak, termasuk ruang kelas yang nyaman, ketersediaan air bersih, dan penerangan,” jelasnya.
Namun demikian, Madubun mengakui keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi nasional. Karena itu, pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan dana yang tersedia dan melakukan penyesuaian program secara realistis.
Salah satu persoalan penting yang menjadi perhatiannya adalah transportasi mahasiswa menuju kampus. Ia menilai persoalan ini tidak dapat diselesaikan oleh Polikant sendiri, sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Saya sudah meminta dukungan dari Pemerintah Kota Tual dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, serta tidak menutup kemungkinan pemanfaatan dana CSR perusahaan-perusahaan di Kepulauan Kei. Kami juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk membantu pengadaan sarana transportasi mahasiswa,” katanya.
Sebagai terobosan, Madubun juga membuka peluang kerja sama dan bantuan dari berbagai pihak di Jakarta. Beberapa komunikasi awal telah dilakukan, meski realisasinya masih menunggu tindak lanjut dari kementerian terkait.
“Semua ini tentu tergantung respons masing-masing pihak. Kami sudah membuka pembicaraan dan akan mendalaminya lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Madubun mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama membangun Polikant. Ia juga mengajak masyarakat Maluku, khususnya Kepulauan Kei, untuk mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di Polikant.
“Mari kita bergandengan tangan membangun Polikant. Kepada masyarakat yang anaknya baru lulus SMA, mari titipkan di Polikant. Kita bangun mereka menjadi sumber daya manusia perikanan yang handal dan unggul,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Plt. Direktur Polikant Jantje E. Lekatompessy, mantan Direktur Jusron Ali Rahajaan, serta seluruh jajaran yang telah membantu mengelola institusi selama masa transisi kepemimpinan.
Sementara itu, Plt. Direktur Polikant Jantje E. Lekatompessy, berhrapa agar direktur definitif dapat membawa Polikant menjadi kampus yang dikelola dengan baik dan berdaya saing luas.
“Kita melihat Politeknik sebagai rumah kita, rumah bagi masyarakat untuk menitipkan anak-anaknya menjadi intelektual. Harapan kami, Pak Direktur definitif dapat menuntun Polikant menjadi kampus yang menaati peraturan dan menjalankan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Ia juga berharap Polikant dapat semakin dikenal, tidak hanya di Maluku, tetapi secara nasional hingga internasional. Menurutnya, sektor perikanan merupakan ikon Provinsi Maluku yang harus dibawa ke kancah global.
“Saya akan mendorong direktur definitif untuk membawa Polikant go internasional. Perikanan adalah ikon Maluku dan harus kita perkenalkan ke dunia,” katanya.
Kepada seluruh civitas akademika, Jantje berpesan agar memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan baru demi kemajuan institusi.
“Mari kita mendukung direktur definitif untuk membawa Polikant menjadi lebih baik, menjadi politeknik unggulan di sektor perikanan, dan melahirkan generasi muda yang terpandang, khususnya di Maluku Tenggara dan Kota Tual,” pungkasnya.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual



