Rapat konsultasi yang akan berlangsung selama dua hari, 8-9 Maret itu, melibatkan seluruh pengurus TP-PKK Kabupaten sebanyak 55 orang, dan pengurus TP-PKK Kecamatan sebanyak 88 orang.
Langgur, suaradamai.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Maluku Tenggara menggelar rapat konsultasi (Rakon) di Aula Kantor Bupati Malra, Selasa (8/3/2022).
Rakon tersebut memiliki empat tujuan, yakni meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Tim Penggerak PKK; mengevaluasi program-program TP-PKK.
Kemudian mengambil langkah-langkah sinkronisasi program kerja TP-PKK dengan rencana strategis daerah yang dijabarkan melalui program dan kegiatan instansi terkait; serta menyempurnakan aspek kelembagaan, pedoman pelaksanaan 10 program PKK, dan peningkatan pengelolaan administrasi.
Adapun rapat konsultasi yang akan berlangsung selama dua hari, 8-9 Maret itu, melibatkan seluruh pengurus TP-PKK Kabupaten sebanyak 55 orang, dan pengurus TP-PKK Kecamatan sebanyak 88 orang.
Rakon ini pun melibatkan empat kepala dinas sebagai narasumber untuk memberikan pengayaan bagi peserta, yakni Kepala Dinas Kesehatan Malra dr. Ketty Notanubun. dr. Ketty membawa materi tentang perilaku hidup bersih, dan sehat, serta penanganan stunting.
Kemudian Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak (PMD-PPA) Malra Maryam Matdoan, yang membawakan materi tentang perencanaan dan pengelolaan dana desa.
Selanjutnya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Malra Felix Tethool. Felix memaparkan materi tentang peranan pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dan materi terakhir dibawakan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Malra Umar Hanubun. Umar membawakan materi tentang peningkatan pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju PAUD Holistik Integratif atau PAUD HI.
Usai mendapat materi dari empat kepala dinas tersebut, para peserta melayangkan pertanyaan dan memberi masukan bagi para narasumber. Peserta tampak sangat antusias, terutama pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bahkan mereka meminta Dinas Pendidikan memberikan pelatihan bagi pendidik PAUD untuk meningkatkan kapasitasnya. Selain itu, melakukan pengawasan ketat bagi para tenaga pengajar PAUD karena ada yang enggan mengajar tetapi menerima insentif.
Kegiatan akan dilanjutkan besok, Rabu (9/3/2022), dengan agenda diskusi kelompok, penyampaian hasil Rakon oleh tim perumus, dan acara penutupan.
Editor: Labes Remetwa
Baca juga:





