“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan datang bisa promosikan produk ini sampai ke mancanegara, sehingga banyak orang mengenal tentang VCO maupun Yogurt, rumput laut,” ucapnya.
Langgur, suaradamai.com – Program Studi Bioteknologi Perikanan Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) lakukan Project Based Learning (PBL) berbasis produk fermentasi Yogurt Rumput Laut dan Virgin Coconut Oil (VCO) di Koperasi Wanita Vatanar Ohoi (Desa) Ngilngof, Maluku Tenggara.
Plt. Kordinator Program Studi Bioteknologi Perikanan Polikant, Hendro Hitijahubessy, S.Si., M.Si mengungkapkan, inovasi kedua produk unggulan ini menyesuaikan produksi rumput laut dan kelapa di Maluku Tenggara yang sangat banyak.
“Lingkungan sekitar Maluku Tenggara banyak produksi rumput laut, dan salah satu rumput laut adalah lat (anggur laut) yang mungkin belum dimanfaatkan secara masif, atau dibuat menjadi yogurt. Karena dengan sumber daya yang ada di sekitar Maluku Tenggara, dan sebagai ciri khas Maluku Tenggara,” ungkap Hitijahubessy saat diwawancarai Suaradamai.com baru-baru ini.
Sama halnya dengan rumput laut, banyaknya pohon kelapa di Maluku Tenggara, menurutnya sangat cocok untuk mendukung pembuatan produk VCO.
Sehingga tim PBL “Yang pasti sudah diatur oleh manager, yaitu Dr.Cenny Putnarubun, S.Pd.,M.Si. Kedua, sudah pasti yang terlibat dengan mata kuliah, yaitu mahasiswa, dan yang ketiga yang dilibatkan adalah mitra,” yang kemudian telah dieksekusi menjadi produk unggulan.
Ia menjelaskan, inovasi kedua produk unggulan ini sudah memasuki tahap pemasaran.
“Kami sudah pasarkan kemaren di program Diseminasi Politeknik Perikanan Negeri Tual, dan sudah dijual ke beberapa stakeholder, juga beberapa tamu yang hadir di kegiatan tersebut pada bulan Desember. Dan produknya sangat laku. Sudah dipasarkan juga di Desa Ngilngof sendiri,” terang Hitijahubessy.
Diharapkannya, kedua produk hasil PBL tersebut akan menjadi produk unggulan dari Koperasi Wanita Vatanar untuk digunakan sebagai produk dari koperasi tersebut.
“Diharapkan dapat dipasarkan oleh mitra ke depan,” ucapnya.
Lanjut Hitijahubessy, Polikant juga menaruh harapan untuk program ini dikembangkan secara masal sebagai produk unggulan daerah, terutama Ohoi Ngilngof sebagai desa wisata.
“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan datang bisa promosikan produk ini sampai ke mancanegara sehingga banyak orang mengenal tentang VCO maupun Yogurt,” pungkasnya.









