Gugus Tugas Covid-19 Malra Tegaskan Masyarakat Tertib Terapkan Isolasi Mandiri

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dua bayi asal Kota Tual telah ditetapkan sebagai PDP dan ODP. Diduga kuat bersentuhan dengan keluarga pelaku perjalanan.


Langgur, suaradamai.com ­– Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malra dr. Ketty Notanubun menegaskan, kepada masyarakat untuk tertib menerapkan isolasi mandiri selama 14 hari usai melakukan perjalanan dari luar daerah dan luar negeri.

Hal tersebut wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19 di Kepulauan Kei.

Kondisi dua bayi dari Kota Tual yang berstatus PDP dan ODP sudah seharusnya menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk menerapkan sosial distancing (menjaga jarak).

Bayi pertama berumur delapan bulan – yang berstatus PDP – dirujuk oleh Puskemas Un ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun Langgur.

Bayi kedua berumur 10 bulan, beralamat di Petak 20 Tual, dirujuk ke Rumah Sakit Hati Kudus Langgur. Pagi tadi, (29/3/2020) dirujuk lanjut ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun Langgur karena kondisinya mulai buruk.

Kedua bayi tersebut diduga kuat tertular melalui Ayahnya (bayi pertama) yang melakukan perjalanan dari Jakarta pada (17/3/2020) lalu dan Paman (bayi kedua) yang melakukan perjalanan dari Jogjakarta.

Keluarga bayi pertama (Ayah dan Ibunya) dan bayi kedua (pamannya) juga ditetapkan sebagai ODP.

“Saya meminta seluruh masyarakat untuk kita tidak pandang enteng,”

“Karantina mandiri ini harus benar-benar kuat. Kita harus mencegah supaya tidak sampai pada tahap penanganan. Karena kalo begitu, kita akan kesulitan,” tegasnya.

Kesulitan tersebut terutama pada ketersediaan dokter di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun Langgur, dimana hanya ada satu dokter spesialis paru dan dokter penyakit dalam juga satu. Sementara harus menangani masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual yang berjumlah sekitar 326 ribu penduduk.

Notanubun mengimbau kepada pelaku perjalanan dari 27 provinsi di Indonesia yang sudah terinfeksi corona agar wajib melakukan karantina mandiri.

“Tinggal di kamar sendiri, menjaga jarak, tidak boleh bersentuhan fisik, pisahkan peralatan mandi dan makan, tetap menjaga kebersihan tangan, kalo sakit menggunakan masker, tangan jangan selalu memegang mata, hidung, dan mulut, kalau di rumah tidak perlu menggunakan hand sanitizer tetapi menggunakan air dan sabun, istirahat, jangan berkeliaran, keluar jika ada hal yang sangat penting. Dua bayi ini karena melakukan kontak fisik. Orangtuanya menggendong anaknya,” papar Notanubun.

Di balik itu, Notanubun menyampaikan apresiasi kepada Ohoi Ohoira dan Ohoi Sathean yang telah menyediakan tempat karantina khusus bagi warga yang baru kembali dari luar daerah dan luar negeri.

Reporter: Robert Remetwa/ Penulis: Labes Remetwa/ Editor: Labes Remetwa

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU