Plt. Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau menjelaskan, skema in-house training dipilih karena dinilai jauh lebih hemat dibandingkan mengirim tenaga kesehatan mengikuti pelatihan ke luar daerah.
Bintuni, suaradamai.com – RSUD Teluk Bintuni menerapkan strategi in-house training sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan (nakes) secara efektif dan efisien dari sisi anggaran.
Kegiatan ini dilaksanakan selama November hingga Desember dengan menghadirkan pelatihan bersertifikat nasional langsung di lingkungan rumah sakit.
Tiga rangkaian in-house training yang dilaksanakan meliputi pelatihan resusitasi neonatus, TEAM (Trauma Evaluation And Management), serta kegawatdaruratan medik.
Seluruh kegiatan dirancang untuk memenuhi standar mutu tenaga kesehatan sekaligus menekan biaya pelatihan.
Plt. Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau menjelaskan, skema in-house training dipilih karena dinilai jauh lebih hemat dibandingkan mengirim tenaga kesehatan mengikuti pelatihan ke luar daerah.
“Jika kita mengirim tiga orang tenaga kesehatan keluar untuk pelatihan, biayanya hampir sama dengan melaksanakan in-house training yang dapat diikuti sekitar 30 orang. Dari sisi anggaran ini jauh lebih efisien, namun tetap efektif,” jelasnya kepada suaradamai.com belum lama ini.
Selain penghematan biaya, metode ini juga dinilai efisien dari sisi operasional. Tenaga kesehatan tidak perlu meninggalkan tempat tugas maupun keluarga, sehingga pelayanan kesehatan di RSUD Teluk Bintuni tetap berjalan optimal selama pelatihan berlangsung.
Untuk pelatihan resusitasi neonatus, RSUD Teluk Bintuni bekerja sama dengan Lembaga Diklat RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan mendatangkan tiga tenaga ahli.
Pelatihan ini merupakan tindakan kegawatdaruratan bagi bayi baru lahir hingga usia 28 hari dan wajib diikuti oleh tenaga kesehatan yang menangani pasien neonatus. Kegiatan ini juga melibatkan dokter dari puskesmas di wilayah Teluk Bintuni.
Sementara itu, pelatihan TEAM difokuskan pada peningkatan kemampuan penanganan kasus trauma seperti kecelakaan, patah tulang, dan luka terbuka yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi yang dapat mengancam nyawa.
Adapun pelatihan kegawatdaruratan medik ditujukan untuk penanganan kasus darurat di bidang penyakit dalam, paru, serta neurologi atau saraf.
Melalui penerapan in-house training, RSUD Teluk Bintuni berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dengan pengelolaan anggaran yang lebih hemat dan tepat sasaran.
Model pelatihan ini direncanakan akan kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu layanan kesehatan di Tanah Sisar Matiti.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni





