Libatkan pers dalam menginformasikan semua perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungawaban keuangan desa.
Elat, suaradamai.com – Guna terwujudnya pemerintahan ohoi (desa) yang jujur, transparan dan akuntabel, sebagai wujud pertanggung jawaban kepada masyarakat perlunya keterlibatan berbagai pihak, termasuk pers sebagai lembaga sosial kontrol dan menjadi corong informasi pembangunan.
“Kami bersyukur karena kita punya kegiatan pembagian BLT-DD, kita hari ini ada wartawan yang datang lihat. Ini tujuannya untuk pengelolaan dana ini harus transparan, dan terbuka untuk masyarakat harus tahu,” jelas Penjabat Kepala Ohoi Weer Ohoiker Mansur Rabrusun kepada suaradamai.com saat pembagian BLT-DD Ohoi Weer Ohoiker, Selasa (5/5/2020).
Di hadapan warga, Rabrusun menjelaskan secara rinci nilai dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Ohoi (APBD) Ohoi Weer Ohoiker tahun 2020.
Ia merincikan total anggaran yang kemudian dialokasikan untuk lima bidang antara lain, bidang pemerintahan Rp 294.742.000, bidang pelaksanaan pembangunan ohoi Rp 339.512.000, bidang pembinaan masyarakat Rp 81.400.000, dan bidang pemberdayaan masyarakat Rp 316.100.000, bidang penanggulangan bencana darurat dan mendesak ohoi Rp 27.356.554.
Sedangkan, pembiayaan SILPA pada tahun sebelumnya sebesar Rp 51.354,66.
Menyinggung soal pagu tahun 2020, Rabrusun menyebutkan Dana Desa sebesaar Rp 737.483.000, bagi hasil pajak untuk retribusi ke Kabupaten Rp 13.660.200, Alokasi Dana Ohoi (ADO) Rp 256.600.200. Dengan demikian total pendapatan sebesar Rp 1.007.765.200. Sedangkan total belanja sebesar Rp 1.059.110.554.66.
Dia menambahkan, program padat karya berupa kegiatan fisik yang terdiri dari perbaikan drainase (selokan) 400 meter, jalan rabat beton 140 meter.
Adapun program bedah rumah yang merupakan lanjutan tahun dari (2019) sebanyak 30 unit dan pembangunan balai ohoi (SILPA tahun 2019).
Program pemberdayaan berupa pengadaan 1 unit bagan.
Sebagai bentuk transparasi dan pengawasan, Rabrusun melibatkan pers dalam menginformasikan semua perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungawaban keuangan desa.
“Saya minta agar media massa tetap berperan untuk mengekspose setiap kegiatan dan pembangunan di Ohoi Weer Ohoiker sebagai bagian dari wujud pertanggung jawaban kepada publik,” pintanya.
Editor: Tarsisius Sarkol





