Keluarga, kata Flora, telah menutup ruang damai sejak peristiwa pemukulan pada 26 Oktober 2025.
Tual, suaradamai.com – Kasus dugaan penganiyaan yang menimpa Staf Akuntan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Nindy Claudia Gerits Russel menemui babak baru.
Pihak keluarga korban yang diduga turut melakukan penganiyaan terhadap Nindy yakni supir mitra inisial BJ, disebut telah menawarkan jalan damai.
Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Flora Russel, Ibu dari Nindy Claudia Gerits Russel.
Flora mengungkapkan bahwa pada Rabu kemarin keluarga salah satu terduga pelaku mendatangi rumahnya. Awalnya, mereka menawarkan kesepakatan damai sekaligus bersedia menanggung biaya pengobatan.
Namun, kedatangan pelaku berujung penolakan keras dari keluarga, dan menegaskan biaya masih sanggup ditanggung keluarga.
Menurutnya, persoalan penganiyaan ini akan terus berlanjut sampai ke pengadilan agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
“Anak kami Nindy mengalami luka pada bagian dalam telinga dan meminta agar ada proses operasi segera dilakukan. Masa setelah dipukul dan diborong mau se enaknya meminta maaf?” kesalnya, Kamis (5/12/2025).
Keluarga, kata Flora, telah menutup ruang damai sejak peristiwa pemukulan pada 26 Oktober 2025 dan bersepakat kasus ini akan tetap berjalan, tanpa intervensi pihak manapun.
“Kami meminta agar pelaku dan keluarganya menghormati keputusan kami, dan jangan lagi datang untuk meminta maaf, apalagi menyambangi rumah kami,” tegasnya.
Ia pun meminta Polres Tual agar secepatnya menuntaskan permasalahan agar tidak berlarut-larut.
“Harapan kami masalah ini dipercepat penanganannya, dan dilimpahkan ke Kejaksaan agar ada kepastian hukum sekaligus memberikan efek jerah,” pungkasnya.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Tual





