Kembangkan Agrowisata Buah, Desa Ohoiluk Tanam 890 Pohon

“Ini adalah inovasi kami dengan memperhatikan potensi desa. Mayoritas penduduk adalah petani, kami juga punya banyak buah-buahan. Hanya belum dikelola secara baik,” ungkap Renyaan.


Langgur, suaradamai.com – Rasanya tidak lengkap jika di kepulauan Kei hanya memiliki wisata alam, pantai, bahari, dan tidak memiliki agrowisata yang terkenal. Padahal beberapa desa memang memiliki potensi yang sangat besar untuk dilakukan pengembangan.

Pemerintah Desa Ohoiluk, melalui analisa potensi desa dan musyawarah warga Ohoiluk telah diputuskan untuk dilakukan pengembangan agrowisata buah, atau bangun sentra buah-buahan demi mendukung pariwisata Maluku Tenggara.

Kepala Desa Ohoiluk Norbertus Renyaan menjelaskan, pihaknya melakukan hal itu berdasarkan anjuran dan dorongan Bupati Malra terkait one village, one inovation atau satu desa satu inovasi.

“Ini adalah inovasi kami dengan memperhatikan potensi desa. Mayoritas penduduk adalah petani, kami juga punya banyak buah-buahan. Hanya belum dikelola secara baik,” ungkap Renyaan.

Renyaan mengaku, agrowisata yang tengah dikembangkan mendapat dukungan dana desa, sub bidang pariwisata.

“Jadi ada empat lokasi kebun buah, dan sudah ditanam 890 pohon yang sumber pembiayanya dianggarkan dari dana desa 2020 dan tahun 2021 ini,” jelas dia.

Kepada reporter media ini, Renyaan menjelaskan, terdapat 890 pohon yang telah ditanam, terdiri dari pohon rambutan, pohon langsat, pohon duku, pohon manggis, pohon avokat, pohon mangga, dan pohon jeruk manis.

” Kami suda konsultasi dengan dinas pertanian dan beberapa tenaga yang kami anggap ahli untuk lakukan pendampingan terhadap cara merawat tanaman ini, seperti okulasi dll, secara terus menurus” tutur Renyaan.

Diketahui, Pemerintah Desa Ohoiluk gandeng Dinas PMDPPA, Dinas Pertanian dan pihak Kecamatan Manyeuw untuk melakukan penanaman dan sosialisasi kepada masyarakat, beberapa waktu lalu.

Editor: Petter Letsoin


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU