Pelibatan mahasiswa dan siswa dalam pengembangan produk ini, merupakan strategi Polikant untuk mentrasfer teknologi dan pengetahuan.
Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) melibatkan mahasiswa dan siswa dari dua SMK di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, untuk mengembangkan “Enbal KALORI”.
Enbal KALORI adalah produk terobosan Polikant, yang mengkombinasikan enbal atau singkong dengan bahan pangan hasil perikanan.
Produk ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal dengan penambahan bahan pangan ikani. Sehingga dapat meningkatkan daya saing pangan lokal.
Proses pengembangan Enbal KALORI itu dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Polikant, Selasa (29/4/2025).
“[Pengembangan Enbal KALORI] untuk peningkatan produk lokal dengan bahan pangan hasil perikanan. Jadi bahan yang digunakan adalah enbal makanan pokok orang Kei. Kami kombinasikan dengan hasil laut, antara lain kerang masngur, laor, dan rumput laut,” jelas anggota Tim Peneliti, Ir. Fien Sudirjo, M.Sc.
Selain melibatkan mahasiswa, Polikant juga melibatkan perwakilan siswa dari dua SMK yang bergerak di bidang perikanan, yakni SMK Negeri 1 Maluku Tenggara dan SMK Negeri 1 Tual.
Fien menerangkan, pelibatan mahasiswa dan siswa dalam pengembangan produk ini, merupakan strategi Polikant untuk mentrasfer teknologi dan pengetahuan kepada masyarakat.
“Setelah keberhasilan penelitian ini, direncanakan, hasilnya nanti diaplikasikan ke masyarakat. Terutama ke masyarakat yang punya potensi perikanan yang kita tambahkan ke enbal. Misalnya bia masngur, kita dapat dari Pulau Ut. Mungkin juga suatu saat kita harus datang ke Pulau Ut,” terang Fien.
Fien berharap, dengan adanya kegiatan ini, para perwakilan siswa bisa menularkan ilmu yang mereka dapat ke sekolahnya masing-masing.
“Apabila mereka belum dapat menerapkan itu (pembuatan Enbal KALORI), karena mereka cuma baru datang satu kali, kami dari tim peneliti tetap bersedia membantu mendampingi sampai mereka benar-benar bisa melakukannya,” ujar Fien.
Fien menambahkan, pengembangan produk ini masih dilanjutkan dengan pengujian lanjutan di Balai Besar Penelitian di Bogor, Jawa Barat.
“Jadi sampel (produk Enbal KALORI) yang mereka lakukan ini, akan dikirim untuk dilakukan pengujian di Balai Besar Penelitian di Bogor,” imbuh Fien.
Editor: Labes Remetwa





