Minggu, Juli 12, 2020

Update Covid

Perkembangan terkini virus corona di Provinsi Maluku

Beranda Budaya Kepo Sarkol: Rumah Adat Koyamfaak Dibangun untuk Simpan Benda Pusaka Wulurat

Kepo Sarkol: Rumah Adat Koyamfaak Dibangun untuk Simpan Benda Pusaka Wulurat

Benda-benda pusaka harus dijaga dan dilestarikan karena ini menyangkut jati diri dan kebesaran.

Elat (Wulurat), suaradamai.com –Masyarakat Ohoi/Desa Wulurat berkomitmen mewujudkan ohoinya sebagai salah satu wisata budaya di Kepulauan Kei yang dapat diandalkan. Perlahan-lahan pemerintah ohoi bersama masyarakatnya menata ohoi, terutama aset ohoi yang berpotensi menopang ohoi wisata budaya, seperti Benteng Koyamfaak.

“Ohoi Wulurat sudah dicanangkan sebagai salah satu ohoi wisata budaya di Kepulauan Kei. Jadi kami (masyarakat Wulurat) sudah sepakat untuk menata dan membenahi semua potensi yang ada untuk mendukung Ohoi Wisata Budaya Wulurat,” kata Kepala Ohoi (Kepo) Wulurat Denis Sarkol kepada awak media ini di Wulurat, Kamis (23/1/20).

Sejak terbentuknya Ohoi Wulurat, dalam Benteng Koyamfaak ada 4 rumah adat, yakni mata rumah Rahan Nganu dari keluarga besar Moryaan, Rahan Renmas dari keluarga besar Morwarin, Rahan Matli dari keluarga besar Rahangiar, dan Rahan Suwer dari keluarga besar Sarkol.

Saat ini, sudah ada 3 rumah adat, mata rumah Sarkol, Rahangiar, dan Morwarin. Rumah adat Moryaan baru mulai dibangun pada Kamis (23/1/20) lalu.

Dalam 4 rumah adat tersebut akan disimpan harta dan benda-benda pusaka milik dari masing-masing mata rumah.

“Masing-masing marga akan menentukan keluarga siapa yang tinggal dan jaga (rumah adatnya),” ungkap Sarkol.

Pemerintah Ohoi Wulurat dalam master plan-nya menargetkan dalam 3 tahun kedepan Ohoi Wisata Budaya Wulurat sudah rampung.

“Kami juga akan bangun satu museum menampung semua benda pusaka yang ada di Ohoi Wulurat, ini penting karena ciri khas dan jati diri sebuah masyarakat adat ada di situ,” pungkas Sarkol. (tarsytemorubun/labesremetwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Pengukuhan Rat Merohoinean Berlangsung “Maryadat”

Sebelum prosesi pengukuhan, tetua adat melakukan ritual pembersihan dan penyucian dalam tiga ritual berbeda.

Tahun 2021, Warga Ohoi Wermaf Miliki Rumah Layak Huni

Pemerintah Ohoi (Desa) Wermaf tidak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran jumbo untuk rehab rumah warga. Elat,...

Tinjau Tes CPNS, Bupati Malra: Cerdas Tapi Harus Teliti

“Cerdas tapi harus teliti dan kosentrasi dengan soal-soal yang ada. Sandarkanlah diri pada Tuhan,” ujar Bupati Malra M. Thaher Hanubun.

KOMENTAR TERBARU

error: Konten dilindungi !!