KILAB Polikant Hasilkan Alat Press Enbal dan Camilan Fungsional Bergizi

KILAB yang telah dimulai sejak September lalu, merupakan salah satu karya inovasi Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Polikant.


Langgur, suaradamai.com – Karya Inovasi Laboran (KILAB) Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) hasilkan alat pengepresan (pengeringan) singkong beracun atau enbal dan camilan fungsional yang dinamai enbal krunch, tentunya bergizi dan aman dikonsumsi.

KILAB yang telah dimulai sejak September lalu, merupakan salah satu karya inovasi Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Polikant.

“Ini adalah salah satu karya inovasi lab kami, Lab Pengolahan Hasil Perikanan Polikant. Di sini kami Mengembangkan alat press singkong enbal untuk efisiensi pengeluaran HCN (hidrogen sianida, dan juga kami menciptakan salah satu camilan fungsional yang bergizi dan aman,” ungkap Patricia Widayanti Renwarin, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Polikant saat diwawancarai Suaradamai.com, Senin (13/10/2025).

Adapun tujuan karya inovasi ini, kata Renwarin adalah meningkatkan alat press untuk efesiensi pengeluaran HCN dan juga meningkatkan keterampilan mahasiswa maupun laborat.

“Kegiatan ini ada tiga mata kuliah yang diutamakan, yaitu Pemanfaatan Limbah Hasil Perikanan, Diversifikasi Pangan, dan Kewirausahaan,” terangnya.

KILAB ini juga dapat membantu dosen untuk peningkatan pada kegiatan penelitian dan juga mahasiswa untuk proses pembelajaran, dan juga laborat untuk meningkatkan kemampuan dalam kegiatan-kegiatan di laboratorium.

Alat Press Enbal

Alat press enbal ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menggantikan alat pengepresan tradisional yang biasanya digunakan oleh masyarakat dengan memanfaatkan batang kayu dan papan, juga batu pemberat untuk pengepresan enbal.

“Jadi kami berharap alat press yang kami buat ini bisa menjadi efesiensi untuk pengeluaran HCN dan bisa untuk mengefesiensi pengepresan. Dan diharapkan juga dapat meningkatkan sanitasi dan higienis. Karena kami berharap produk yang akan kami buat itu benar-benar dapat sehat, bergizi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Renwarin.

Alat ini didesain menggunakan besi plat yang dibuat serupa seperti tabung dan diberi lubang. Di bawahnya ada mangkok yang berlubang untuk proses pengeluaran HCN.

“Jadi dengan alat ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun kita semua di mana saja. Jadi tidak tergantung harus keluar atau kemana tapi bisa di tempat,” jelas Renwarin.

Penggunaan alat press ini sangat aman, efisiensi, yang dapat memperpendek waktu pengepresan.

“Kita tau kalau masyarakat mau ngepres enbal lulun itu biasa menggunakan batang pohon yang diberi pemberat, batang pohon, kayu, dan tentunya hal ini dapat saja terjadi kecelakaan, misalnya menggunakan alat pemberat batu lalu tidak disusun dengan baik, mungkin saja batunya bisa jatuh,” ucap Renwarin.

Sehingga alat ini mencegah kecelakaan yang terjadi. Alat ini juga dilengkapi dengan dongkrak, besi pemberat di bagian atasnya dan di bagian bawah yang menekan dongkrak, sehingga membantu pengeluaran HCN dengan efisien.

“Setelah enbal diparut, dimasukan dalam karung kemudian diletakan di dalam alat press. Jadi nanti bentuknya seperti enbal lelun karena bentuknya tabung. Setelah itu dikasih pemberat di bagian atas, kemudian ada dongkrak yang di bagian bawah, yang kami gunakan untuk menekan turun bungkusan enbal ke bawah, sehingga air HCN yang ada di enbal bisa keluar,” tutur Renwarin.

Proses pengepresan enbal dilakukan selama 45 menit.

Camilan Fungsional ‘Enbal Krunch’

Renwarin menjelaskan, di dalam camilan fungsional ini, ada tiga macam pengayaan yang ditambahkan.

“Yang pertama, tepung kelor untuk meningkatkan vitamin dan mineral. Kedua, ekstrak anggur laut atau lat untuk menambah antioksida, dan kami memanfaatkan tepung kulit telur untuk penambahan kalsium di dalam produk kami,” papar Renwarin.

Sehingga produk ini memiliki keunggulan tersendiri, karena dilengkapi dengan kandungan vitamin, mineral, antioksidan, hingga kalsium.

Lanjut Renwarin, camilan ini dilengkapi pemenuhan gizi yang sangat aman, sehingga diharapkan bisa menjadi satu produk untuk mencegah stunting.

“Produk kami ini bisa dimanfaatkan oleh semua pihak masyarakat, teristimewa anak-anak sekolah. Karena ini merupakan camilan yang sudah ada bahan pengayaannya dan tentu saja dapat meningkatkan gizi, teristimewa bagi anak-anak. Kami berharap juga produk kami bisa mencegah stunting bagi anak-anak,” harapnya.

Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan pangan enbal untuk dikenal khalayak luas dengan bahan-bahan pengayaan.

“Melalui produk ini Katong bisa mempromosikan Katong punya pangan lokal enbal ke nasional maupun dunia internasional,” imbuh Renwarin.

Enbal krunch sendiri aman dikonsumi dalam waktu 3-6 bulan.

Kedua hasil KILAB ini disebut Renwarin masih dalam tahapan memulai
dan sedang dalam rencana desiminasi bersama Sumber Daya Dikti.

Lalu apakah masyarakat sudah bisa mendapatkan kedua produk ini?

“Kalau masyarakat berminat bisa memesan di kami dan kami di sini bekerjasama dengan UPP (Unit Perbaikan dan Pemeliharaan) Polikant yang bisa langsung menyediakan alat pres ini. Dan untuk camilan fungsional ini, kami akan berupaya untuk menjelaskan proses pengelolaannya ke pihak-pihak yang membutuhkan untuk mungkin saja bisa sendiri dalam memproses camilan,” pungkas Renwarin.


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...