Sejak siang hari, masyarakat sudah memadati area pasar. Antusiasme terlihat dari warga yang datang dari berbagai penjuru kota untuk melihat langsung sosok Wapres yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang merakyat dan dekat dengan masyarakat kecil.
Ambon, suaradamai.com – Suasana Pasar Mardika, Kota Ambon, Selasa (14/10/2025), berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi kawasan pasar untuk menyambut Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang melakukan kunjungan kerja di Provinsi Maluku.
Sejak siang hari, masyarakat sudah memadati area pasar. Antusiasme terlihat dari warga yang datang dari berbagai penjuru kota untuk melihat langsung sosok Wapres yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang merakyat dan dekat dengan masyarakat kecil.
Sorak sorai pecah saat iring-iringan kendaraan Wapres tiba di lokasi. Warga berdesakan ingin menyaksikan dari dekat, sebagian bahkan mengabadikan momen langka tersebut dengan ponsel mereka.
Setibanya di Pasar Mardika, Wapres Gibran langsung turun menyapa para pedagang dan pembeli. Ia tampak hangat berinteraksi dengan masyarakat, mendengarkan secara langsung aspirasi, keluhan, dan harapan pedagang mengenai kondisi fasilitas dan aktivitas ekonomi di pasar terbesar di Maluku itu.
“Kami senang dan bangga, baru kali ini ada Wapres yang mau datang langsung ke pasar seperti ini,” ujar Rahma, salah satu pedagang sayur di Pasar Mardika, dengan raut wajah bahagia.
Kehadiran Wapres Gibran disambut penuh suka cita oleh para pedagang dan pengunjung pasar. Banyak yang berharap kunjungan ini menjadi awal dari perhatian lebih besar pemerintah pusat terhadap penataan dan revitalisasi Pasar Mardika, yang selama ini menjadi pusat ekonomi utama masyarakat Ambon.
Kunjungan tersebut juga dinilai sebagai simbol kepedulian pemerintah terhadap kawasan timur Indonesia, sekaligus bukti komitmen pemerataan pembangunan hingga ke lapisan masyarakat terbawah.
Wapres Gibran yang tampil sederhana dan komunikatif di tengah hiruk-pikuk pasar, menjadi sorotan warga. Kehadirannya menghadirkan optimisme baru bahwa pembangunan Indonesia akan semakin inklusif, menjangkau seluruh pelosok negeri, termasuk Maluku.





