Sebaiknya lock down dilakukan sembari pemerintah menyiapkan sumber daya kesehatan.
Langgur, suaradamai.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Eusebius Utha Safsafububun mengusulkan “lock down” wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual selama satu bulan ke depan.
Hal ini dikarenakan pemerintah – menurut hasil on the spot dan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II dengan otoritas kesehatan di Malra – belum menyiapkan sumber daya kesehatan dengan baik dalam menghadapi new normal maupun pencegahan dan penanganan virus corona.
“Berhubung dengan fasilitas rumah sakit yang masih minim, kita buka ruang, waktu, satu bulan lagi supaya pemerintah daerah memperbaiki seluruh fasilitas RSUD Karel Sadsuitubun, termasuk pengadaan ventilator. Jadi lock down dolo, satu bulan lagi, dua daerah ini (Malra dan Tual),” usul Utha saat diwawancarai di kediamannya, Jumat (26/6/2020).
“Jadi pesawat (bandara) ditutup satu bulan ke depan. Kapal-kapal (pelabuhan) ditutup satu bulan ke depan,” imbuhnya.
Sesuai hasil on the spot Komisi II DPRD Malra, fasilitas kesehatan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur – yang merupakan rumah sakit rujukan masyarakat Malra dan Tual – masih sangat minim. Ventilator, alat bantu pernapasan untuk pasien Covid-19 hanya ada satu, namun belum bisa difungsikan karena tidak memiliki konektor. Jalur evakuasi pasien masih berupa perencanaan, belum disiapkan oleh RSUD Karel. Selain itu, APD dan obat-obatan pun belum memadai.
Utha menambahkan, lock down diberlakukan dengan catatan masyarakat harus tetap di rumah atau stay at home. “Social distancing diberlakukan secara ketat, sehingga kita putus mata rantai Orang Tanpa Gejala (OTG). Masa inkubasi kan maksimum 28 hari sesuai standar WHO, maka kita naikkan 30 hari,” pungkas Utha.
“Bagaimana mereka (masyarakat) punya makan minum? Keluarkan APBD, belanja bahan pangan beras dan lain sebagainya, dibagi kepada mereka yang membutuhkan, dari sisi ekonomi menengah ke bawah,” tambahnya.
Editor: Labes Remetwa





