Dinas Kesehatan Kota Tual mengaku lalai dan meminta maaf.
Tual, suaradamai.com – Setelah viral pemberitaan di jejaring media sosial Facebook terkait adanya limbah medis pasien covid-19 di Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) Ohoitahit, Dinas Kesehatan Kota Tual berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk mengecek hal tersebut.
Hasil penelusuran, ternyata benar bahwa limbah tersebut merupakan limbah medis dari fasilitas kesehatan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tual drg. Maxie M. B. Tinggogoy mengaku lalai dan meminta maaf atas kelalaian tersebut.
“Setelah kami dapat laporan terkait hal tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengecek ke tempat pembuangan akhir, memang benar ditemukan limbah medis tersebut. Kami meminta maaf atas kelalaian ini,” ujar Maxie kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (8/3/2021).
Maxie menambahkan, pihaknya akan menerapkan protokol penanganan limbah medis dengan baik dan benar. Secara internal, mereka sudah membentuk tim 7 untuk menangani hal ini.
Disinggung terkait penanganan limbah medis yang disinyalir telah ada sejak awal, Maxie menegaskan, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup sudah langsung menuntaskan, dan diatasi langsung oleh staf dinas kesehatan yang berkompeten di bidang kesehatan lingkungan.
“Sehari setelah viralnya berita tersebut, kami langsung menangani limbah dan oleh staf kami yang berkompeten di bidangnya, limbah itu langsung dibenamkan atau ditanam ke dalam lubang galian dengan kedalaman 2 meter dan lebar 4 meter. Sebelumnya, untuk sampah di sekitarnya telah kami sterilkan dulu menggunakan disinfektan agar membunuh kuman yang ada. Kami pastikan limbah medis tersebut tidak akan menjangkiti atau menginfeksi masyarakat sekitar, karena TPA yang berlokasi jauh dari pemukiman warga dan sumber air,” papar Maxie.
Editor: Labes Remetwa
Hasil penelusuran, ternyata benar bahwa limbah tersebut merupakan limbah medis dari fasilitas kesehatan.





