“Perlu kami tegaskan, 28 tenaga kerja yang ditahan di Tofoi bukan merupakan tenaga kerja dalam proyek kami,” tegas Ilham.
Bintuni, suaradamai.com – Manajemen PT. Layar Nusantara Gas (PT. LNG) melalui External Affairs Officer, Ilham Refideso, menepis pemberitaan sejumlah media ihwal perekrutan tenaga kerja lokal di wilayah operasi perusahaan, yang disinyalir tidak melibatkan atau tidak berpihak kepada tenaga kerja lokal.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (1/5/2026), Ilham menegaskan agar perlu ada pelurusan informasi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), pembagian wilayah prioritas tenaga kerja telah diatur secara jelas.
Pada fase konstruksi, prioritas tenaga kerja meliputi ring 1 masyarakat Suku Sumuri, ring 2 masyarakat Suku Irarutu, ring 3 masyarakat Teluk Bintuni secara keseluruhan, ring 4 Papua Barat hingga tingkat nasional.
Namun demikian, Ilham mengakui bahwa penyerapan tenaga kerja lokal saat ini memang belum maksimal. Hal tersebut, kata dia, disebabkan proyek masih berada pada tahap pra-konstruksi.
“Memang belum maksimal, tetapi perlu diketahui bahwa saat ini kami masih berada di fase pra-konstruksi. Kedepan, kami tetap berkomitmen menjalankan kesepakatan sesuai dokumen AMDAL,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa informasi terkait 28 tenaga kerja yang sempat ditahan di wilayah Tofoi tidak berkaitan dengan proyek yang dijalankan pihaknya, yang bergerak sebagai anak perusahaan pada bidang produksi gas alam cair, khususnya melalui proyek Floating Liquefied Natural Gas (FLNG).
“Perlu kami tegaskan, 28 tenaga kerja yang ditahan di Tofoi bukan merupakan tenaga kerja dalam proyek kami,” tegas Ilham.
Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak untuk menjaga komunikasi yang baik serta mengedepankan sinergi dalam mendukung investasi di daerah, tanpa menimbulkan polemik yang dapat memperkeruh suasana.
“Kami berharap semua pihak dapat memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat. Tidak perlu saling menyudutkan melalui media, karena hal tersebut justru kurang baik bagi iklim investasi dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Ilham menegaskan bahwa pihak PT Layar Nusantara Gas secara aktif melibatkan masyarakat lokal dalam tahap pra-produksi dan konstruksi proyek Floating LNG (FLNG) di Blok Kasuri, Teluk Bintuni, Papua Barat, khususnya menjelang target operasional pada 2027.
Editor: Labes Remetwa









