Ia bercerita, proposal yang digarap timnya adalah Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang membuat aquapodik mini berbasis limbah plastik, solusi cerdas dalam mengurangi sampah plastik dan meningkatkan ketahanan pangan.
Langgur, suaradamai.com – Kegiatan Puncak Fisheries and Marine Youth Exploration (FMYE) 2025 Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) ditutup dengan perlombaan proposal inovatif pada Senin (8/12/2025) di Kampus Polikant.
Ketua Panitia FMYE 2025, Henny Fitrinawati mengungkapkan, perlombaan proposal inovatif ini awalnya ada 32 tim dari 13 SMA/SMK di Kota Tual dan Maluku Tenggara (Malra) yang mendaftar. Namun akhirnya diseleksi hingga tersisa 10 tim dari 7 SMA/SMK.
Yakni SMAN 1 Tual, SMA Muhammadiyah Tual, SMAN 4 Tual, SMKN 2 Kota Tual, SMAN 3 Malra, SMKN 1 Malra, dan SMK Pariwisata St Theresia Langgur.
“Dari 10 ini terdiri dari ada tiga bidang ilmu yang dipilih, yang pertama yang paling banyak itu tujuh tim di bidang Pengolahan Perikanan, kemudian dua tim di Budidaya Perikanan, dan terakhir satu tim di bidang Teknologi Kelautan. Jadi kami memang ada satu tim yang memang kami arahkan ke Teknologi Kelautan karena mereka mendesain suatu alat untuk penyaring sampah,” ungkap Henny dalam sambutannya.
Ia mengatakan, para juri yang menilai adalah juri yang berkompeten pada bidang terkait.
“Kami usahakan sesuai topik penilaian yang telah kami bagikan, itulah yang menjadi dasar penilaian kami. Kami berusaha objektif, mudah-mudahan hasil yang diterima bisa diterima oleh adik-adik dan guru pendamping,” ucap Henny.
Lanjutnya, yang diutamakan dalam perlombaan ini adalah inovasi, efisiensi, dan kebermanfaatan untuk banyak orang. Sementara penilaian terdiri dari tiga aspek, yakni aspek proposal, aspek video, maupun aspek poster.
Rista Bugis dan timnya dari SMA Muhammadiyah Tual mengaku tak menyangka bisa meraih peringkat pertama.
“Saya tidak menyangka bahwa saya dapat juara satu, karena saat penyusunan proposal juga saya masih ragu-ragu ternyata Allah kasih rejeki juara 1,” ucap Rista.
Ia bercerita, proposal yang digarap timnya adalah Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang membuat aquapodik mini berbasis limbah plastik, solusi cerdas dalam mengurangi sampah plastik dan meningkatkan ketahanan pangan .
Rista mengaku mendapat wawasan baru saat menggarap proposal tersebut, apalagi mendapat input tambahan saat mengikuti FMYE selama beberapa hari.
Ia berharap, Polikant ke depannya makin berkembang hingga ke luar daerah, tak hanya di Kota Tual dan Malra.
“Dan untuk Polikant kegiatan ini jangan berhenti sampai di sini saja tapi lebih pesat berkembang untuk tahun-tahun berikutnya,” harapnya.
Normainita Kilmas dari SMK Negeri 1 Malra yang bersama timnya meraih peringkat kedua juga merasa bahagia karena bisa meraih peringkat, meski mempersiapkan proposal di waktu yang singkat.
Ia berharap, ke depan jika ada kegiatan serupa, Polikant kembali mengajak sekolahnya untuk ikut, lantaran sangat bermanfaat.
Harapan saya di Kampus Polikant memang sudah sangat bagus jadi saya minta jika ada lagi kegiatan seperti ini bisa mengundang dari sekolah kami juga supaya menambah wawasan kami lebih luas.
“Sudah pulang, sudah tanya ke mama deng papa kata nanti mau masuk mana? Masuk di Politeknik saja, soalnya akang bagus seng kalah jauh deng di luar-luar,” ucapnya penuh antusias.
Sementara itu Wakil Direktur 1 Polikant, Sjafardan Royani mengapresiasi para siswa yang memenangkan lomba, sembari memberi semangat kepada yang belum berkesempatan untuk memang.
“Yang belum memenangkan kompetisi ini juara 1,2,3, anda bukan belum menang tapi hanya kemenangan yang tertunda. Mungkin saja tahun depan anda adalah pemenang. Dan saya yakin bahwa hal itu akan terjadi karena ade-ade luar biasa. Kami melihat bahwa potensi Ade-Ade siswa dalam belajar ilmu kelautan dan perikanan sungguh luar biasa,” ucap Royani saat menutup acara.
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual





