Mahasiswa Polikant Belajar Membuat Cinderemata Berbahan Resin

Melalui praktek ini, mahasiswa dibekali pengetahuan dan keterampilan agar kedepan bisa membuka usaha souvenir.


Langgur, suaradamai.com – Mahasiswa Semester V Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Politeknik Perikanan Negeri Tual (Prodi THP Polikant) belajar membuat cinderamata berbahan dasar resin.

Praktek kerajinan tangan itu dilaksanakan di ruang belajar Prodi THP, Rabu (24/2/2021), bertujuan mengajarkan mahasiswa cara membuat gantungan kunci, mainan kalung, gantungan plat dan lampu hias.

Dosen mata kuliah teknik pengolahan limbah hasil perikanan, Ismael Marasabessy, mengatakan, melalui praktek ini, mahasiswa dibekali pengetahuan dan keterampilan agar kedepan bisa membuka usaha souvenir.

Pantauan Suara Damai, dalam praktek, mahasiswa yang terbagi menjadi empat kelompok beranggotakan lima orang itu telah menyiapkan alat dan bahan praktek dengan lengkap.

Adapun alat dan bahan yang digunakan, yakni: (1) Resin, adalah bahan kimia yang berbentuk cair menyerupai minyak goreng, tetapi agak kental. (2) Katalis, adalah suatu zat yang dapat mempercepat terjadinya reaksi kimia, fungsinya untuk mengeraskan resin. (3) Gantungan kunci. (4) Cetakan berbahan silicon, plastik, dan kaca. (5) Minyak goreng, untuk mempermudah melepas hasil dari cetakan.

Selanjutnya, setiap kelompok membuat kerajinan tangan berbahan resin sesuai panduan pada modul praktek. Singkatnya, katalis dan resin dituang ke dalam cetakan. Jemur di bawah sinar matahari. Diamkan selama satu jam untuk hasil yang maksimal. Cinderamata siap.

Is, sapaan Ismael, berharap dengan adanya praktek ini, mahasiswa bisa menghasilkan uang saku lewat kreativitasnya.

Hal senada disampaikan Mahasiswi Semester V dari Prodi THP, Mey Renmaur. Dia mengaku sangat senang belajar membuat kerajinan tangan. Akhirnya sekarang, lanjut dia, tidak perlu ke pasar untuk membeli gantungan kunci.

“Lewat praktikum ini, saya dapat menentukan sendiri apa yang akan saya buat lewat imajinasi saya. Kedepan saya tidak lagi membeli gantungan kunci, namun bisa menjual gantungan kunci untuk menambah uang saku,” ujar Mey.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...